Ghost Writer

CHAPTER 13.  Dari Buku “Bagaimana Menulis Buku Kreatif dalam 14 Hari atau Kurang by Ronee Paul.

Apa sih Ghost Writer itu? Apakah penulis novel horror?  Bukan. Ghost Writer adalah Hantu yang menjadi penulis. Serius? Iya! Bagaimana mungkin hantu bisa menjadi penulis?

“Hantu” disini bukanlah salah satu jenis setan yang Anda tahu, tetapi istilah untuk penulis yang tidak kelihatan.  Penulis yang namanya tidak muncul di buku yang ditulis, bahkan nama yang muncul di buku adalah nama orang lain yang sebenarnya bukan penulis asli buku tersebut.

Oh bisa ya? Ya sangat bisa.  Ada dua kemungkinan.  Satu, Banyak orang terkenal yang ingin menulis buku, tetapi sudah tidak punya waktu, mereka menyampaikan ide nya pada ghost writer, lalu si hantu ini yang menuliskan buku nya dibawah pengawasan pemilik ide buku. Dua,  orang ini benar-benar ingin menulis buku, tetapi ide yang dia miliki hanyalah “saya mau menulis buku tentang X”, tanpa mengerti sama sekali tentang X. Orang ini sebenarnya tidak punya ide sama sekali, yang dia inginkan adalah ada buku atas namanya sebagai penulis.  Mungkin untuk kebutuhan bisnis, kebutuhan politik atau lainnya.  Disini ghost writer lah penulis sebenarnya, mulai dari ide, edit sampai final, hanya saja namanya tidak pernah muncul di cover buku.

Di musik, seorang tokoh legendaries, Wolfgang Amadeus Mozart dikenal sebagai ghost writer untuk ghost writer music.  Yup, di dunia musik pun, ghost writer exist untuk menuliskan lirik, atau melodi lagu.

Ghost Writer bukanlah profesi illegal dan ghosting adalah hal yang biasa dilakukan.  Ghost Writer ada dimana-mana, dimanfaatkan oleh selebriti, politikus, businessman and busynessman dan Anda juga bisa memanfaatkannya jika membutuhkannya!  Saya sendiri pernah menjadi ghost writer, dan etikanya, ghost writer tidak akan pernah memberitahukan buku apa yang pernah ditulisnya untuk orang lain. Jika Anda membutuhkan ghost writer, Anda bisa menghubungi Saya.

Ghost Writer tidak juga harus menulis seluruh isi buku. Bisa saja hanya satu atau dua chapter. Menulis buku yang dilakukan seorang ghost writer tentu saja tidak asal tulis. Ghost Writer melakukan riset, mencari data dan menulis dengan professional. Berapa bayaran ghost writer? Tergantung negosiasi.  Anda bisa membayarnya dihitung per kata, atau paket dihitung satu buku, atau bisa juga dengan pembagian royalty.

Situs http://work.chron.com/much-ghostwriter-paid-21943.html, menuliskan, seorang ghost writer yang masih ‘baru’ bisa dibayar antara $7000- $9000 tergantung seberapa banyak isi bukunya.  Rata-rata buku sekitar 200-300 halaman, dengan jumlah kata per halaman rata-rata 250.  Misalnya saja satu buku 200 halaman, total berjumlah 50000 kata. Jika 50000 kata dihargai $7000, maka satu kata berharga $0,14 atau sekitar Rp.1680 per kata (Kurs 12000). Itu adalah harga untuk naskah berbahasa inggris, oleh seorang ghost writer pemula.

Situs lain yang saya baca, http://laurasherman.com/tips-from-a-ghost-writer/a-ghostwriters-fee-how-do-they-charge, menuliskan rata-rata bayaran untuk professional ghost writer adalah $0,25 – $3 per kata, atau diantara Rp.3000 sampai Rp 36.000 per kata! Angka yang sangat menarik!

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Tentu saja sangat relatif dan bisa jadi range harganya jauh lebih lebar.  Katakanlah untuk harga yang sangat murah, Rp.200 per kata, sebuah buku dengan panjang 50000 kata, seorang ghost writer di Indonesia akan mendapatkan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) per buku, untuk naskah saja, diluar layout, cover design, cetak buku dan lain-lain.

Pertanyaannya apakah ghost writer nya mau dibayar Rp.10 juta? Mungkin ada yang mau. Jika mau, maukah Client membayar Rp. 10juta? Jika ada ghost writer yang mau dibayar segitu dan client nya tidak mau, maka client tersebut menolak membayar harga yang sangat murah!  Seorang ghost writer di Indonesia yang pernah membantu beberapa buku karya Aa Gym, menetapkan harga sekitar Rp.1000 per kata, atau Rp.300.000 per halaman.

 

Jika Anda Berpikir Tarif Ghost Writer ‘Mahal’, Ingat Bahwa Buku Hanya Ditulis Satu Kali Untuk Selamanya..

Kata ‘mahal’ memang relatif.  Buat client bisa jadi mahal, buat ghost writer nya, itu harga yang pantas untuk kerja kerasnya.  Harga mahal untuk seorang client, bisa jadi murah untuk client  yang lain.

Bisa dikatakan,  buku itu timeless, tidak mengenal waktu.  Mayoritas buku yang bagus, tidak pernah kadaluwarsa.  Sekali selesai ditulis dan sudah diterbitkan, hanya butuh sedikit revisi ke depannya.  Buku yang bagus bisa  dicetak ulang dan dijual lagi, terus menerus, selamanya. Karena itulah sebuah buku bagus, memiliki potensi tidak terbatas untuk penjualannya.

 

Lalu Mengapa Ghost Writer Tidak Menulis Saja Untuk Dirinya Sendiri?

Ghost Writer pasti menulis buku-buku untuk dirinya sendiri juga. Justru melalui buku-buku karyanya lah, Anda bisa menilai kualitas tulisan seorang ghost writer.  Jika ada seseorang yang mengaku menjadi ghost writer tetapi Anda belum pernah membaca buku karyanya, Anda tentu tidak akan percaya dia mampu menulis.

 

Anda membutuhkan jasa Ghost Writer?  bisa hubungi saya.  Saya sudah beberapa kali menjadi Ghost Writer! 🙂

 

Ronee Paul

www.topendology.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *