Income dan Pernikahan

Uang adalah salah satu penyebab perceraian utama.  50% perceraian di Amerika dikarenakan uang.  Tidak bisa dipungkiri, sewaktu single saja, uang menjadi magnet untuk kita bekerja keras.  Apalagi ketika memutuskan menikah, dengan pertimbangan kedepan akan memiliki anak-anak, tentu beban biaya hidup yang tinggi harus dipersiapkan secara matang.

Gara-gara kepikiran income, banyak orang yang takut menikah karena kuatir terjebak dalam hidup yang sulit secara ekonomi. Akhirnya mereka menabung dan menabung dan seolah tidak ada kata cukup.

Ironisnya, banyak juga yang menikah tanpa pikir panjang tentang kesiapan financial nya.  Nikah aja dulu, uang bisa dicari sama-sama.  Pendapat ini masuk akal dari perspektif waktu.  Untuk apa pacaran bertahun-tahun tanpa ada kejelasan pernikahan.    Sebaiknya Anda mencari titik seimbang.  Jangan sampai berani nikah jika tidak punya pekerjaan/penghasilan tetap. Tetapi juga jangan takut menikah hanya karena merasa penghasilannya belum cukup.

Pria seharusnya menjadi pencari nafkah terbesar dalam keluarga dan Wanita sebagai manajer keuangan.  Akan tetapi banyak wanita yang berpenghasilan sangat tinggi dan bahkan melampaui penghasilan suami. Tidak ada masalah Istri punya penghasilan lebih tinggi asalkan:

  1. Istri tetap menghormati suami sebagai kepala rumah tangga
  2. Istri tidak melalaikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, fokusnya bukan mencari uang, tetapi mengatur rumah tangga
  3. Suami tidak jadi pemalas dan mengkamulkan istrinya
  4. Suami tidak minder pada istri (tetap percaya diri sebagai kepala rumah tangga)
  5. Suami tidak memakai uang istri untuk kepentingannya sendiri

 

Jika Kamu wanita single yang berpenghasilan tinggi, jangan show off  (pamer) kekayaanmu, supaya pria single berani mendekatimu. Jangan juga berharap mendapatkan pria yang lebih tinggi penghasilannya darimu, karena semua itu butuh proses.  Justru Kamu harus meyakinkan para pria untuk tidak mengkuatirkan penghasilannya, karena Kamu sudah memiliki penghasilan Kamu sendiri.

 

Ronee Paul

www.topendology.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *