Menangani Seorang Player (Pawang Buaya)

Ada 2 jenis manusia ketika mencari pasangan:

  1. Fokus ke satu orang sampai dapat. Ketika gagal mendapatkan, dia baru mencari pasangan yang baru.
  2. Membagi waktu untuk beberapa orang target. Prinsipnya daripada buang-buang waktu, sekalian saja mendekati beberapa target.

 

Ada 3 jenis manusia ketika sudah memiliki pacar:

  1. Fokus pada pasangannya, berusaha sekuatnya untuk masuk ke tahap pernikahan. Menutup diri dari orang lain, dan selalu mengakui sudah punya pacar.
  2. 75% fokus pada pasangannya, tetapi 25% dia tetap membuka diri bergaul dengan orang lain. Dia berjaga-jaga seandainya pacar yang dimilikinya sekarang ternyata mengkhianatinya, dia sudah punya cadangan.
  3. 50% fokus pada pasangannya, 50% terbuka pada hubungan baru, bisa diajak jalan-jalan berdua. Bisa berbohong pada pasangannya demi mengenali orang lain lagi. Buatnya, selama belum menikah, tidak ada komitmen 100%.

 

Kata ”player” sulit didefinisikan dengan rinci dan jelas. Akan ada banyak perbedaan persepsi, karena nilai hidup setiap orang berbeda. Bagi Anda, mungkin tipe ke 3 lah (yang 50%-50%) yang bisa disebut Player.  Bagi orang lain, mungkin tipe ke 2 (75%-25%) sudah bisa disebut Player.

Tetapi bagi orang-orang lain lagi, bisa jadi ketiga jenis manusia diatas belum bisa disebut Player.  Mungkin mereka lebih menerima jika Player didefinisikan sebagai orang yang dalam hatinya memang berniat mempermainkan, tidak pernah bisa berkomitmen.

Player memang unik.  Buat yang jadi ’korban’ kadang malah merasa dia bukan ’korban player’ karena begitu hebatnya teknik si player dalam bersikap, mengatur waktu, dan sebagainya.  Tetapi bagi orang lain yang mengamati si player, mereka tahu bahwa si X ini tidak pernah berhubungan dalam jangka waktu yang panjang dengan satu orang.  Selalu bergonta ganti pasangan.

Lalu bagaimana bisa ”handling a player”  jika Anda sendiri tidak sadar dia seorang player?   Apa lantas mengambil ”strategi posesif”, membatasi semua gerakannya, memata-matai semua aktifitasnya?  Jika dia tahu Anda memata-matainya, dia bisa jadi akan marah dan lepas dari hidupmu.  Lagian, posesif bukan strategi seseorang yang dewasa pemikirannya.

Salah satu pendekatan terbaik untuk mencegah Anda menjadi korban ”Player” adalah tidak terburu-buru menerima cintanya.  Jadi teman dulu selama beberapa waktu, mengenalinya.  Seorang player tidak akan betah sendirian berbulan-bulan.  Kalau Anda sanggup menunda menerima cintanya (walaupun Anda sudah ingin sekali menerimanya), maka dia akan segera kelihatan tabiat aslinya.   Dia tidak akan betah menunggu Anda sambil berdiam diri.  Dia akan segera mencari target baru sebagai cadangan jika Anda menolaknya.   Selama menunda  menerima cintanya, amati dia. Banyaklah berdoa agar Tuhan membukakan bukti-bukti tentang siapa dia sebenarnya.

  1. Telpon dia sewaktu-waktu diluar kebiasaanmu. Jika dia menolak menerima dengan alasan apapun (lowbat, paket data habis, sedang dijalan, sedang sibuk, ketiduran, lagi kerja, dll), maka itu sebuah kemungkinan dia bersama targetnya yang lain.  Chat dia sewaktu-waktu juga bisa, jika dia tidak membaca chat Anda dalam jangka waktu tertentu (2-5 jam), kemungkinan dia sedang tidak berani membuka Hpnya.
  2. Iseng pinjam hp nya dan lihat isinya. Jika dia panik dan menolak menyerahkan Hpnya, maka itu sebuah kemungkinan Hpnya belum bersih dari chat-chat atau phone log nya dengan target lain.
  3. Ajak ketemu dia dengan mendadak. Sesekali menolak wajar, tapi jika dia sering menolak dengan alasan apapun,  kemungkinan dia sudah punya janji dengan yang lain
  4. Jika suatu saat ketika dia minta ijin pada Anda bahwa dia akan ada acara tertentu (mungkin dia sedang ada janji dengan yang lain), katakan saja silakan. Tetapi disaat yang sama, katakan juga bahwa Anda juga punya janji untuk nonton/jalan-jalan. Jika dia bertanya nonton apa dimana jam berapa, jangan dijawab. Buat dia penasaran dan itu akan membatasi geraknya. Kalau dia dan targetnya yang lain ada rencana nonton, dia akan bingung mau nonton kapan dan dimana supaya tidak bertemu dengan Anda.

 

Semakin banyak tanda-tanda terkumpul walaupun belum terbukti dengan jelas, Anda boleh waspada Anda sedang didekati seorang Player.  Berhati-hatilah.  Pesan saya sih, jangan nekad menerimanya. Tapi jika mau mencoba, resiko ditangan Anda.

 

Ronee Paul

www.topendology.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *