Sex Before Marriage

Sex adalah personal issue yang sering berbenturan dengan religius view.  Kita harus  sangat hati-hati dalam membahas yang satu ini.  Ada beberapa pertimbangan dalam hal ini:

  1. Prinsip Agama
  2. Prinsip Pribadi
  3. Prinsip Ilmu Otak

 

Prinsip Agama.  Beberapa agama dengan tegas mengajarkan tidak pada seks sebelum pernikahan.  Karena saya disini tidak membahas prinsip agama, mari kita skip prinsip ini.  Pesan saya hanyalah jangan mudah menghakimi orang lain dengan perilaku seksual mereka.  Saya sendiri adalah pendukung dan pelaku Sex after married.

Prinsip Pribadi.  Setiap orang lahir dengan perbedaan budaya dan pendidikan usia dini yang diterima dari orang tua, guru dan lingkungan.  Pengaruh budaya dan pendidikan ini begitu kuatnya.  Keputusan seseorang terhadap cinta dan perilaku seks atas nama cinta sangat terpengaruh budaya dan lingkungan.  Ada orang yang melakukan seks sebelum nikah, bahkan sampai punya anak, tetapi sangat setia dengan satu pasangan.  Sementara ada orang lain yang terkesan religius, menikah dulu baru seks, tetapi ternyata gonta ganti pasangan, selingkuh disana-sini.  Pernyataan saya ini bukan berarti mendukung seks sebelum menikah, tetapi menunjukkan bahwa kita harus mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil sikap.

Prinsip Ilmu Otak.  Hubungan seks mengubah otak manusia. Dr.Lourine Brinzendine mengatakan Gelombang otak mereka yang sedang dilkamu birahi, mirip dengan gelombang otak mereka yang sedang ketagihan narkoba.  Ini jelas bahwa seks bukan komoditi kesenangan, karena justru bisa membuat tersiksa seseorang.

Banyak anak muda yang tidak mampu mengendalikan sex drive nya.  Rasa penasaran, pengaruh film, bacaan, pengaruh lingkungan dan pemahaman yang dangkal tentang bahaya seks, membuat banyak anak muda memenuhi rasa penasaran mereka akan seks dan melakukannya.  Sebagian melakukan dengan orang yang mereka cintai dan mencintai mereka, sebagian melakukan dengan orang yang mereka cintai tetapi orang tersebut hanya menginginkan tubuhnya, dan sebagian lagi melakukannya tanpa perasaan cinta sama sekali. Motifnya bisa kesepakatan merasakan seks bersama, atau motif lain seperti menukar seks dengan uang.

Percayalah, Sex After Married jauh lebih berkelas, lebih terhormat dan mendatangkan berkat dalam banyak aspek.  Sex after married membuktikan kemampuanmu dalam menunda kesenangan, menguasai diri dan menempatkan yang terbaik pada waktunya.

Aspek Psikis. Mereka yang melakukan sex hanya dengan satu pasangan, menikmati seks dengan jauh lebih baik dan berkualitas daripada mereka yang sering gonta ganti pasangan.

Aspek Kesehatan. Mereka yang melakukan sex bergonta-ganti pasangan, sangat rentan terkena penyakit kelamin, dari yang paling ringan sampai yang paling berbahaya.  Jangan dikira penyakit kelamin cuma Sifilis dan HIV.

Bagaimana Jika Sudah Terlanjur Pernah Sex Before Married?

Mungkin Kamu akan menerima konsekuensi dari masa lalu, seperti mengalami ’ketagihan’ di saat tertentu. Kamu harus berdisiplin diri, menolak segala godaan. Kabar baiknya, Ada masa depan yang lebih baik, jika Kamu memutuskan untuk berhenti sekarang.  Jangan memperburuk keadaan karena Kamu punya pilihan untuk memperbaiki keadaan.

Tidak semua Pria/Wanita mempermasalahkan hal ini. Yang mereka lebih concern adalah setelah berpasangan dengan mereka, bukan sebelum berpasangan dengan mereka (masa lalu).   Sikap yang menyesali apa yang sudah terlanjur terjadi, lalu kemudian menjaga diri sepenuh hati, jauh lebih baik daripada mereka yang memang masih Virgin, tetapi malah mengumbar tubuhnya kepada banyak orang (gonta ganti pasangan), melalukan kissing, necking, petting, blow job dan lain-lain dan berbangga masih Virgin.

 

Ronee Paul

www.topendology.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *