Membaca Ayat-Ayat Kauniyah Hikmah Penciptaan Alam Semesta (1/2)

Alih Bahasa:

Mukhlishin Madchan

Bab Satu

HIKMAH PENCIPTAAN LANGIT

 

 “Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?” (QS. Qaf : 6)

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS. At-Thalaq : 12)

 

************************

 

Ketahuilah! –semoga Allah SWT merahmatimu- bila anda mau berfikir tentang alam semesta, anda bayangkan bahwa alam semesta ini bagaikan sebuah bangunan rumah yang di dalamnya telah disiapkan segala sesuatu yang di butuhkan.

Langit laksana atap, bumi yang membentang luas sebagai lantainya, bintang-bintang yang gemerlapan bagai lampu dan penerang,  sedangkan barang-barang tambang (emas, intan dll.) ibarat harta simpanan. Semuanya disiapkan sesuai keperluan dan kebutuhan. Manusia adalah sang pemilik rumah yang mengatur segala sesuatu yang ada di dalam rumahnya, mengatur bermacam-macam tanaman dan tumbuhan sesuai keperluan serta berbagai jenis hewan untuk bermacam kegunaan dan kemaslahatan.

Allah SWT menciptakan langit dan mewarnainya dengan warna yang paling cocok dan sesuai dengan daya penglihatan mata. Andai warna langit seperti pancaran sinar matahari atau cahaya yang menyilaukan mata pasti orang yang menatapnya akan mendapat dampak negatif dan buruk bagi kesehatan indera penglihatannya. Melihat hehijauan dan warna biru sangat baik dan cocok untuk mata.

Kita menemukan bahwa orang yang memandang luasnya langit akan mendapat kenyamanan, kenikmatan serta rileks, apalagi ketika ditambah bintang-bintang yang berkilauan dan cahaya rembulan.

Orang-orang elit menghias kediaman mereka dengan aneka lukisan, ukiran dan bermacam hiasan ruangan lainnya yang bisa memukau orang yang memandangnya, memberikan kesan keindahan, rasa senang serta gembira. Namun bila terus-menerus menatap dan mengamati berulang-ulang kali, yang muncul justru kebosanan dan hilanglah kegembiraan dan keindahan mengamati pemandangan itu.

Berbeda dengan memandang langit dan berbagai macam penghiasnya, orang yang memandangnya, baik dari kalangan elit maupun orang alit, ketika mereka gelisah karena sesuatu, mereka akan mencari solusi dan berusaha mencari ketenangan, salah satunya dengan memandang langit dan luasnya angkasa, sebuah pemandangan yang tak membosankan.

Di langit terdapat untaian bintang-bintang, bulan serta planet-planet yang beredar pada orbitnya sebagai petunjuk ilmiyah para pakar astronomi.

Di sana terdapat garis edar yang tak pernah bisa ditemukan jejaknya dari barat maupun timur. Tidak diketahui apakah mempunyai cahaya sendiri atau menerima pantulan cahaya. Ada yang berpendapat bahwa garis edar itu adalah sekumpulan bintang-bintang kecil yang  berkelompok dan bisa menjadi petunjuk orang yang tersesat hingga ia mengetahui arah dan tujuannya. Pendapat lain menyatakan bahwa orbit itu adalah sebagaimana keterangan yang tersirat dalam firman Allah SWT :

 

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan[1]

(Qs. Adz-Dzariyaat : 7)

 

Semua ini adalah dalil dan bukti jelas yang menunjukkan adanya Sang Pencipta yang menciptakannya, langit adalah mahakarya Allah SWT yang penuh hikmah dan bernilai tinggi, yang menjadi bukti atas keluasan ilmu penciptanya serta kehebatan pengaturan-Nya. Semua atas kehendak Allah SWT Yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui lagi Maha Berkehendak.

MANFAAT MEMANDANG LANGIT

 

Dikatakan bahwa ada 10 manfaat memandang langit :

  1. Mengurangi kesusahan;
  2. Meminimalisir was-was;
  3. Hilangnya rasa takut dan khawatir;
  4. Ingat Allah SWT;
  5. Hati dipenuhi rasa ta’zhim kepada Allah SWT;
  6. Hilangnya fikiran buruk (negative thinking);
  7. Sangat bermanfaat untuk mengobati sakit hati;
  8. Mengobati kerinduan (bisa terhibur atau tidak larut dalam kesedihan);
  9. Memberi rasa senang para pecinta (Muhibbin);
  10. Sebagai qiblat do’a orang yang berdo’a.

 

 

Bab Dua

HIKMAH PENCIPTAAN MATAHARI

 

 “Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

(QS. Nuh : 16)

 

 

************************

 

Ketahuilah bahwa Allah SWT menciptakan matahari untuk berbagai hal yang tak bisa diketahui dengan sempurna kecuali hanya oleh Allah SWT. Hikmah yang tampak dari penciptaan matahari adalah Allah SWT menjadikan terbit  dan terbenamnya matahari sebagai tanda peralihan malam dan siang di seluruh penjuru dunia.

Andai  tak ada matahari maka perintah agama akan batal[2] atau manusia akan menjalankan aktivitasnya  dalam keadaan gelap gulita.  Bagaimana manusia bisa merasakan indahnya kehidupan sementara mereka tak bisa menikmati cahaya dan manfaat-manfaatnya. Andai tak ada pancaran sinar matahari apa gunanya mata? dan beraneka macam  warnapun juga tak akan terlihat.

Renungkanlah! Terbenamnya matahari bagi orang yang merasakan terbitnya, apa hikmah di balik itu semua? andai matahari tak terbenam, para makhluk tak akan mendapat ketentraman dan ketenangan, sementara mereka sangat membutuhkan ketenangan, rileksasi badan, mengistirahatkan panca indera dan membangkitkan kekuatan alat pencernaan untuk mencerna makanan dan memaksimalkan proses metabolisme. Makhluk hidup butuh istirahat dalam suasana yang tenang untuk kembali melakukan aktifitasnya di esok hari dengan stamina prima.

Bumi akan semakin panas akibat pancaran sinar matahari secara terus-menerus dan kontinyu hingga tumbuh-tumbuhan, hewan serta seluruh makhluk hidup akan terbakar panas di bawah teriknya.

Terbitnya matahari di waktu tertentu dan terbenam  di waktu yang lain ibarat lampu rumah yang dinyalakan untuk mendapat penerangan dan dipadamkan ketika butuh ketenangan untuk istirahat.

Panas matahari ibarat api yang digunakan untuk memasak, ketika proses memasak selesai dan tak dibutuhkan lagi, maka api itu akan digunakan pihak lain yang memerlukannya untuk memenuhi kebutuhan, ketika hajatnya terpenuhi, iapun akan menyerahkan panas api itu untuk orang lain yang membutuhkannya. Begitulah seterusnya, matahari akan bermanfaat untuk kebutuhan penghuni bumi, dengan adanya pergantian cahaya dan kegelapan. Keduanya sangat berperan besar dalam membantu keserasian dan kelestarian alam semesta. Inilah yang tersirat dalam firman Allah SWT :

 

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaKu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka Apakah kamu tidak mendengar?” (QS. Al- Qashash : 71)

MATAHARI DAN PERGANTIAN MUSIM

Matahari juga sangat berpengaruh terhadap pergantian musim sepanjang tahun, bila musim berganti secara teratur maka timbullah keserasian alam, urusan tanaman dan hewanpun teratur dengan baik dan stabil.

Dalam kurun waktu satu tahun, matahari terbit setiap hari dan terbenam dengan perjalanan yang teratur secara apik sesuai ketentuan Sang Pencipta. Andai matahari tidak terbit dan terbenam, tak akan ada perbedaan antara siang dan malam dan waktupun tak bisa diketahui. Andai kegelapan selalu menyelimuti maka hancur dan punahlah semua makhluk.

Lihatlah betapa Allah  SWT menjadikan malam sebagai ketenangan dan selimut, lihat pula bagaimana Dia menjadikan siang sebagai waktu untuk mencari kebutuhan hidup. Lihatlah bagaimana Allah  SWT memasukkan siang pada malam begitu juga sebaliknya. Allah  SWT menjadikan selisih waktu siang dan malam, bertambah dan berkurang sesuai ketentuan khusus-Nya. Lihatlah pergeseran gerakan matahari yang mengakibatkan perbedaan musim kemarau dan penghujan. Ketika matahari menurun atau merendah dari tengah langit, udara menjadi dingin dan muncullah musim penghujan. Bila matahari berada tepat di posisi tengah langit maka udara menjadi sangat panas. Ketika matahari berada di antara keduannya maka cuacapun sedang. Dengan pergantian empat musim itu tercipta kelestarian alam, tanaman dan binatang-binatang.

Sedang nilai positif (maslahat) pergantian musim adalah:

  1. Musim penghujan : hawa panas berada di pohon dan tumbuhan hingga terbentuklah benih buah-buahan, udara membeku dan menebal lalu menjadi awan yang menggumpal kemudian hujan, tubuh binatang menjadi kuat untuk melakukan berbagai perilaku alamiahnya.
  2. Musim semi : secara alami benih-benih yang diproduksi di musim penghujan itu mulai bersemi, tanaman mulai tumbuh, pohon mulai berbunga, binatang-binatangpun tergerak untuk berkembang biak.
  3. Musim kemarau : iklim mulai tertutup, buah-buahan mulai masak, tubuh mulai menjadi kurus, permukaan bumi mengering, saatnya untuk menyimpan kebutuhan yang diperlukan sampai musim depan.
  4. Musim gugur : udara menjadi bersih, penyakit-penyakit mulai hilang, malam menjadi panjang sehingga sebagian aktifitas dilakukan di malam hari, saat yang baik untuk bertani.

 

Pergantian musim terjadi melalui proses dan ketentuan, tidak secara otomatis musim beralih, bila diuraikan butuh penjelasan yang sangat panjang. Hal ini termasuk bukti yang menunjukkan atas pengaturan Allah  SWT Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui juga sebagai bukti luasnya ilmu Allah  SWT.

HIKMAH PERJALANAN  MATAHARI PADA GARIS EDARNYA.

Berfikirlah tentang pergerakan matahari dan perputaran tahun yang mengakomodir 4 musim: penghujan, kemarau, semi dan gugur.

Matahari berjalan sepanjang tahun secara sempurna, dalam kurun waktu perputaran matahari ini muncullah buah-buahan dan hasil bumi lainnya, matahari berputar hingga purna, kemudian kembali memulai kembali putarannya hingga satu tahun kedepan dan begitulah seterusnya.

Hitungan tahun dan kalender dapat diketahui dengan memperhatikan pergerakan matahari, semua ini tentu saja atas pengaturan dan ketentuan Allah  SWT Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.

Renungkanlah! Pancaran sinar matahari ke seluruh alam, bagaimana Allah  SWT mengaturnya? Andai matahari hanya terbit di satu tempat, pasti sinarnya hanya mengarah pada tempat itu saja, sementara tempat-tempat lain di muka bumi ini tak akan mendapat pancaran sinarnya, gunung-gunung dan tembok-tembok pencakar langit juga bisa menghalangi sinarnya. Oleh karena itu, Allah  SWT menjadikan matahari terbit dari timur dan senantiasa melingkupi seluruh tempat hingga berakhir terbenam di barat seiring berakhirnya waktu siang. Tak ada satupun tempat yang tidak mendapat jatah sinarnya.

Lihatlah pembagian kadar waktu siang dan malam, bagaimana Allah  SWT mengaturnya dengan kadar yang sesuai dengan kebaikan alam. Siang-malam silih berganti sesuai batas yang ditentukan, andai keduanya keluar dari batasan itu, pasti akan membawa dampak negatif pada seluruh makhluk. Hewan-hewan tak akan bisa tenang selama masih ada cahaya siang, binatang-binatang tak akan bisa menghentikan kegiatan konsumtifnya, sehingga berdampak pada mati kekenyangan. Tumbuh-tumbuhan di alam ini akan selalu terkena sinarnya sehingga mengering dan terbakar panasnya.

Begitu pula bila durasi malam terlalu panjang dan lama justru akan menjadi penghalang untuk melakukan aktifitas mencari pangan, hawa panas alami tumbuhan akan melemah dan akhirnya membeku, membusuk dan rusak seperti yang terjadi pada tumbuhan yang berada di tempat yang tidak terkena sinar  matahari. []

 

 

 

Bab Tiga

 

HIKMAH PENCIPTAAN BULAN DAN BINTANG

 

Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

(QS. Al-Furqan : 61)

 

************************

 

Ketahuilah -semoga Allah SWT mencurahkan Taufiq-Nya padamu-.

Allah SWT menjadikan malam agar udara menjadi dingin & sejuk, hewan-hewan mendapat ketenangan beristirahat. Namun Allah SWT tidak serta merta membuatnya gelap gulita tanpa cahaya sama sekali sehingga sulit melakukan aktifitas di malam hari.

Manusia kadang butuh untuk melakukan aktifitasnya di malam hari, mungkin karena belum terselesaikan di siang hari, kondisi siang hari yang terlalu panas atau karena alasan-alasan lainnya. Dengan demikian sinar rembulan di malam hari termasuk yang kita butuhkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan di atas, Allah SWT memunculkan rembulan di sebagian malam, kadar cahaya dan panasnya di bawah matahari, hal ini agar manusia tidak terlalu semangat bekerja sebagaimana semangat di siang hari, karena mereka justru akan kehilangan kenikmatan istirahat dalam kesunyian malam dan berakibat buruk bagi mereka. Allah SWT menjadikan sebagian cahaya terang pada bintang-bintang yang cukup membantu ketika tak ada rembulan. Allah SWT menjadikan bintang-bintang sebagai penghias langit yang bisa membahagiakan dan memberi rasa senang bagi penduduk bumi. Bintang-bintang kerlap-kerlip padam dan bercahaya secara silih berganti sesuai kebutuhan, alangkah indahnya sistem pengaturan ini!!

Kemudian dengan adanya rembulan kita dapat mengetahui hitungan bulan dan tahun, sungguh merupakan anugerah dan kenikmatan dari Allah SWT. Pada bintang-bintang juga masih ditemukan manfaat lain, karena di sana terdapat tanda-tanda dan petunjuk untuk berbagai macam pekerjaan seperti : bertani, bercocok tanam, petunjuk perjalanan darat dan laut dan hal-hal lainnya seperti hujan, panas dan dingin. Bintang juga bisa dijadikan petunjuk oleh orang-orang yang melakukan perjalanan di gelap malam, melewati jejak yang merisaukan dan mengarungi ombak dan gelombang yang mengancam keselamatan. Sebagai mana firman Allah SWT  :

 

Dan dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui. (QS. Al-An’am : 97)

 

Bulan memang indah dan sangat elok, ia datang dan berlalu,  mamancarkan cahaya dan kadang bersembunyi di balik bayangan bumi. Ketika bulan mengintip di awal bulan, berkeliling dan semakin besar kemudian mengecil lagi, memancarkan sinarnya meski kadang gerhana, semua itu adalah tanda-tanda kekuasan penciptanya yang mengatur segalanya untuk kebaikan semesta.

Renungkanlah! Perputaran satelit bumi ini pada garis edarnya setiap siang dan malam dengan putaran yang sangat cepat, perjalanan itu dapat  diketahui dan dilihat, karena kita menyaksikan bulan muncul dan tenggelam, kalau memang perjalanan bulan tak secepat itu, mana mungkin bisa menempuh jarak yang sangat jauh dalam tempo 24 jam. Andai Allah SWT tak mengatur ketinggian bulan, menempatkannya di tempat yang sangat tinggi hingga kecepatan gerakannya menjadi tampak samar di pandangan kita, pasti bulan akan menyambar dengan panas yang timbul dari  kecepatan gerakannya, seperti yang terjadi ketika muncul petir di angkasa. Lihatlah kelembutan Sang Pencipta yang mengatur perjalanan itu pada jarak yang sangat jauh agar tidak menimbulkan kejadian yang tak mampu diatasi. Ketentuan ini memang sudah diatur sesuai kadar kebutuhan.

Renungkanlah!! Bintang-bintang yang kadang muncul dan menghilang pada sebagian tahun seperti bintang Kartika (tsuroyya), gemini dan lainnya. Andai semua bintang itu terus tampak pasti tidak akan bisa menjadi petunjuk dan tanda-tanda alam yang bisa memberikan informasi ilmiyyah, oleh karena itu kemunculan sebagian bintang saat yang lain menghilang adalah petunjuk yang bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Ada pula bintang yang selalu muncul dan stand by setiap saat tak pernah absen sama sekali, hal ini tentu saja untuk kemaslahatan manusia, bintang itu laksana tanda-tanda yang bisa dijadikan sebagai petunjuk bagi manusia dalam mengarungi jejak dan lokasi yang belum pernah mereka jamah dan ketahui, baik di darat maupun lautan.

Lalu bayangkanlah andai semua bintang itu berdiam di tempat tanpa bergerak dan bergeser, hilanglah petunjuk yang bisa diambil dari perpindahan sebagian bintang yang bergerak, seperti petunjuk alam yang lainnya, sebagaimana pergerakan matahari dan bulan.

Bayangkan juga bila semua bintang itu bergerak dan berpindah tempat, kita akan kehilangan jejak dan tak mengetahui arah, berpindahnya bintang yang bergerak dapat diketahui dengan memperhatikan dan memandang bintang di dekatnya yang tidak bergerak seperti seorang petualang yang melewati tempat-tempat yang telah dilaluinya.

Angkasa ini, matahari, bulan, planet dan bintang-bintang akan terus berjalan seiring dengan empat musim dalam setahun untuk kebaikan dan maslahat alam semesta, manusia, hewan, tumbuhan dan lainnya. Semua ini sesuai ketentuan Allah SWT Yang Maha Mulia dan Maha Mengetahui.

Termasuk besarnya hikmah penciptaan sistem tata surya ini adalah keberadaan alam semesta dengan kekuatan penuh dan daya tahan yang sempurna untuk sepanjang masa tanpa ada perubahan. Karya agung ini sudah cukup bila dijadikan sebagai bukti bagi manusia bahwa ini semua di bawah kekuatan dan kemampuan mereka. Manusia adalah makhluk yang tak berdaya,  semuanya terjadi karena kekuasaan Sang Pencipta Yang Maha Sempurna tanpa cela, tanpa kekurangan dan tak akan pernah tergantikan. Tata surya ini berjalan dalam batas ruang dan waktu yang telah ditentukan untuk kebaikan alam semesta. Maha suci Allah SWT Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.

 

 Bab Empat

 

HIKMAH PENCIPTAAN BUMI

 

 “Dan bumi itu Kami hamparkan,

Maka Sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).

(QS. Adz-Dzariyaat : 48)

 

************************

 

Perhatikanlah bagaimana Allah SWT menjadikan bumi terbentang sebagai tempat berpijak para makhluk. Kebutuhan akan tempat bernaung memang tak bisa dihindari, begitupula kebutuhan pangan yang sudah menjadi keharusan, maka Allah SWT menjadikan bumi ini sebagai tempat tumbuh bermacam tanaman yang merupakan sumber makanan, bumi juga menjadi tempat berpijak dan berlindung dari panas dan dingin, tempat mengebumikan jenazah, mengubur sampah yang berbau busuk, bangkai binatang, serta kotoran-kotoran yang berasal dari tubuh manusia dan lainnya. Allah SWT berfirman :

 

 “Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, Orang-orang hidup dan orang-orang mati?

(QS. Al-Mursalaat : 25-26)

 

Maksudnya: bumi mengumpulkan orang-orang hidup di permukaannya dan orang-orang mati dalam perut bumi. Ayat ini ditafsiri sebagaimana keterangan di atas, namun ada pula penafsiran lain yang berbeda.

Allah SWT meratakan permukaan bumi sebagai akses dan jalan untuk mencari dan memenuhi kebutuhan hidup, bumi diciptakan untuk menjaga keberlangsungan keturunan semua jenis binatang, lahan bercocok tanam dan tempat tumbuh-tumbuhan, Allah SWT. juga menjadikan bumi sebagai tempat berpijak dan bernaung sebagaimana  diingatkan Allah SWT melalui firman-Nya:

 

 “Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (QS. An-Nazi’aat: 30-33)

 

Dengan demikian para makhluk  mampu untuk memenuhi kebutuhan, duduk rileks, tidur beristirahat untuk mendapatkan ketenangan serta melakukan berbagai aktivitas dan pekerjaan. Andai bumi ini bergoncang dan bergerak pasti mereka tak akan mampu mengerjakan sesuatu apapun dengan maksimal, baik bercocok tanam atau aktivitas lainnya. Mereka tidak akan merasakan kenyamanan hidup sementara bumi di bawah mereka terus bergoncang. Renungkanlah itu! Bayangkan ketika gempa bumi melanda, sebagai teguran dan peringatan agar kita bertaqwa dan menyudahi perbuatan zhalim dan kemaksiatan, bukankah ini juga termasuk hikmah yang luar biasa?.

Allah  SWT mengatur kadar kelembaban dan keringnya bumi dengan kadar tertentu, tidakkah anda bayangkan ketika bumi ini terlalu kering sehingga sebagian besar permukaannya seperti batu yang keras? Pasti tumbuhan yang menjadi sumber kehidupan itu tak dapat tumbuh, tidak bisa bercocok tanam dan membuat konstruksi bangunan, oleh karena itu Allah  SWT menjadikan bumi ini lunak dan disiapkan untuk berbagai kebutuhan dan pekerjaan di atas.

Termasuk hikmah yang terkandung dalam  penciptaan bumi adalah : Allah  SWT menjadikan kutub utara lebih tinggi dibanding kutub selatan, agar air dapat mengalir ke permukaan bumi hingga akhirnya bermuara di samudera. Hal ini sebagaimana kita meninggikan salah satu sisi atap rumah dan merendahkan sisi yang lain agar air bisa mengalir. Andai tidak demikian, pasti air akan menggenangi permukaan bumi sehingga para manusia terhalang untuk melakukan pekerjaannya, akses dan jalanpun akan terputus.

Lihatlah mahakarya Allah SWT yang tersimpan dalam perut bumi, barang-barang tambang dan hasil bumi lainnya, pelbagai macam logam yang multiguna dan beraneka warna seperti : emas, perak, yaqut, zamrud, permata dan berbagai batu mulia yang beraneka ragam. Serta hasil-hasil tambang lainnya yang sangat berguna untuk mendukung pekerjaan dan seni keindahan seperti : besi, tembaga, timah, belerang, seng, batu pualam atau marmer, gips, minyak tanah dan lain sebagainya yang sangat panjang bila disebutkan. Semuanya sangat bermanfaat bagi manusia dan memang tercipta untuk dialokasikan demi kemaslahatan mereka.

Semua ini adalah nikmat-nikmat yang dimudahkan Allah SWT untuk para makhluk-Nya dan demi kemakmuran dunia. Lihatlah kemurahan Allah SWT yang berupa kemakmuran bumi dan segala pemanfaatannya oleh para makhluk. Allah SWT menjadikan bumi ini subur dan mudah diolah. Bayangkan bila Allah SWT menciptakan tanah ini seperti gunung, andai tanah ini sekeras gunung, kondisinya pasti sangat sulit. Karena bercocok tanam tidak bisa dilakukan kecuali pada tanah yang subur dan lunak. Jika tidak demikian, air tak akan bisa meresap mengenai biji, bahkan biji dan benih tak akan bisa ditanam kecuali setelah mengemburkan tanah dan membasahinya. Allah menumbuhkan tunas di tanah yang berpasir, daun-daun muda yang masih lentur di awal pertumbuhan dan dapat bergerak hingga air yang mengalirinya dapat meresap ke bawah, kemudian diciptakan akar pada tanah yang lembab sebagai penyerap sari makanan sehingga tanaman dapat berdiri kokoh di atas batang pohonnya, akar-akar ini diciptakan seimbang dengan cabang-cabang pohon yang berda di atas, sungguh sebuah keserasian yang sangat menakjubkan.

Sebagian dari hikmah kesuburan dan kelunakan tekstur tanah adalah memudahkan manusia untuk menggali sumur di tempat-tempat yang dibutuhkan, karena bila sumur itu digali di gunung berbatu pasti sangat berat dan sulit.

Hikmah lainnya adalah kemudahan melakukan perjalanan dengan happy, karena bila tanah ini keras dan terjal pasti perjalanan akan ditempuh dengan kesulitan dan terasa berat,  bahkan akses jalanpun tak tampak.

Allah SWT telah mengingatkan hal itu dengan firman-Nya:

 

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al-Mulk : 15)

 

Juga dalam firman Allah SWT :

 

dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk (QS. An-Nahl : 15)

 

Juga dalam firman Allah SWT :

 

Dan Telah kami jadikan di bumi Ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan Telah kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

(QS. Al-Anbiya’ : 31)

 

Hikmah lainnya dalah diciptakannya bahan-bahan sebagai material bangunan, sebagai bahan membuat bata, gerabah dan lain sebagainya.

Daerah  penghasil garam, tawas dan belerang kebanyakan berupa tanah berdebu dan kawasan subur, beberapa jenis tumbuhan juga tidak ditemukan kecuali pada tanah berdebu dan berpasir, bukan pada tanah yang keras dan tandus. Banyak spesies binatang yang menggali tanah sebagai jalan dan tempat berlindung,  semua ini juga termasuk hikmah kesuburan dan kelunakan tekstur tanah.

Sebagian dari hikmah dibalik penciptaan bumi adalah diciptakannya barang-barang tambang seperti yang telah kami paparkan di muka, Allah SWT telah menganugerahkannya kepada Nabi Sulaiman AS., hal ini terekam dalam firman-Nya:

 

 “Dan kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)[3] dan kami alirkan cairan tembaga baginya. dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah kami, kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala”.

(QS. As-Saba’ : 12)

 

Yakni dimudahkan untuk memanfaatkan dan diberitahu tempat penambangan.

 

Dalam ayat lain Allah SWT menjelaskan tentang manfaat besi, ayat ini turun juga dalam nuansa pemberian anugerah. Allah SWT berfirman :

 

dan kami turunkan (ciptakan) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.(QS. Al-Hadid : 25)

 

“menurunkan” maksudnya menciptakan sebagaimana dalam firman-Nya :

 

 “dan dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak.(QS. Az-zumar : 6)

 

“Menurunkan” maksudnya “menciptakan”.

 

Allah SWT. memberi ilham manusia untuk mengeluarkan benda-benda yang ada di dalam bumi; berupa emas, perak dan lainnya untuk berbagai manfaat dan kebutuhan hidup, serta membuat bermacam perkakas dan perhiasan, butuh keterangan panjang lebar untuk mengulas semuanya. Allah SWT. juga mengilhami manusia untuk membuat berbagai wadah, semisal kaca sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang berharga agar tetap terjaga hingga waktunya dibutuhkan. Manusia menggali dan mengeluarkan bermacam barang tambang untuk berbagai kebutuhan. Maha Suci Allah Yang Maha Memberi Nikmat dan Maha Mulia.

 

GUNUNG

Termasuk hikmah yang sangat tinggi nilainya adalah penciptaan gunung, Allah SWT berfirman:

 

 “Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (QS. An-Nazi’aa t: 30-33)

 

Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS. Al-Mukminun : 18)

 

Allah SWT telah menciptakan gunung-gunung di bumi ini untuk manfaat yang sangat banyak dan hanya Allah SWT yang mengetahui seluruhnya. Sebagian dari hikmah itu adalah Allah SWT menurunkan air dari langit untuk kehidupan para hamba-Nya di seluruh penjuru negara.

Andai tidak ada gunung, pasti bumi ini akan dikendalikan oleh angin dan panas matahari, manusia tak akan memperoleh air kecuali setelah menggali dengan susah payah dan sangat berat. Maka Allah SWT menjadikan gunung-gunung sebagai tempat menyimpan air untuk dikeluarkan secara bertahap, di bumi ini tersedia sumber mata air, sungai-sungai dan samudera sebagi objek sasaran untuk memenuhi kebutuhan air di musim kemarau sambil menunggu waktu turunnya hujan.

Manfaat lain dari gunung adalah tumbuhnya berbagai macam tanaman yang tidak ditemukan di tempat lain, pohon-pohon besar yang bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal, membangun rumah dan kegunaan lainnya.

Di lereng gunung terdapat dataran rendah sebagai lahan pertanian yang bermanfaat bagi hewan dan manusia, juga bisa dijadikan sebagai tempat tinggal binatang dan akses jalan di tepi gunung.

Sebagian manfaat lainnya adalah sebagai tempat membangun rumah yang melindungi dari panas dan dingin, juga sebagai tempat pemakaman jasad orang yang sudah meninggal. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT :

 

Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.

(QS. Al-Hijr : 82)

Ketinggian gunung juga berfungsi sebagai petunjuk para musafir untuk mengetahui jalan di penjuru bumi, sebagai petunjuk letak pelabuhan dan pantai dalam perjalanan laut.

Gunung juga berfungsi sebagai tempat persembunyian orang yang lemah dari tindakan penindasan orang yang kuat, gunung sebagai tempat bersembunyi yang menjaga mereka dari orang-orang yang ditakuti hingga merekapun merasa tenang di sana.

 

EMAS

 

Perhatikan bagaimana Allah SWT menciptakan emas dan perak di dalam bumi, Allah SWT mengaturnya dengan ketentuan khusus, tidak menjadikannya mudah diperoleh dengan keluasan kuasa dan nikmat-Nya yang menyeluruh, tidak seperti air yang begitu mudah diperoleh, semua bersandar pada pengetahuan dan ilmu Allah SWT tentang apa yang lebih baik dan layak bagi para makhluk-Nya, sebagaimana tersirat dalam firman-Nya :

 

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya[4]; dan kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

(QS. Al-Hijr : 21)

 

Maha Suci Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Bab Lima

 

HIKMAH PENCIPTAAN SAMUDERA

 

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya,

dan supaya kamu bersyukur.”

(QS. An-Nahl : 14)

 

 

************************

 

Ketahuilah! -Semoga Allah SWT merahmatimu- Allah SWT menciptakan lautan dan samudera, meluaskannya penuh dengan manfaat yang besar. Samudera melingkupi daratan di seluruh bumi, daratan hanyalah bagian kecil bumi yang tertutup oleh lautan luas yang mengelilinya hingga seluruh daratan dan gunung-gunung yang tampak di bumi ini ibarat anak bukit di tengah samudera yang luas.

Ketahuilah! Semua mahluk yang tercipta di darat bila dibanding  dengan mahluk di laut seperti perbandingan luasnya darat dan samudera. Anda mungkin telah menyaksikan beberapa keajaiban dunia yang sudah tersingkap. Renungkanlah! Di dalam lautan terdapat bermacam flora dan fauna, barang-barang permata,  berbagai keindahan yang jumlahnya berkali lipat dibanding apa yang kita temui di daratan,  sebagaimana luas lautan juga berkali lipat dibanding luas daratan. Saking luasnya lautan, di sana terdapat bermacam binatang dan hewan-hewan besar. Ketika hewan-hewan besar tersebut muncul di permukaan laut,  orang-orang yang melihat akan menyangka bahwa itu adalah batu karang, gunung atau pulau.

Di laut terdapat semua spesies yang menyerupai spesies binatang darat, bahkan berkali-lipat, di sana juga terdapat berbagai jenis binatang laut yang tidak dijumpai modelnya di darat. Semuanya diatur dengan apik oleh Sang Penciptanya. Allah SWT juga menciptakan apa yang dibutuhkan dan diperlukan untuk kebaikan dunia laut. Andai kita memaksa untuk menyebutkan semua ini pasti membutuhkan berjilid- jilid buku.

Lihatlah, bagaimana Allah SWT. menciptakan mutiara bulat dalam kerang di bawah permukaan air, bagaimana Allah SWT. meletakkan marjan di sisi batu besar yang keras di dasar laut.

Allah SWT. berfirman :

 

 “dari keduanya keluar mutiara dan marjan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.

(QS. Ar-Rahman : 22-23)

 

Perhatikan pula minyak ambar dan barang bermanfaat lainnya yang ditemukan di dalam lautan.

 

KAPAL LAUT  

 

Bayangkan betapa mengagumkan dan ajaibnya kapal- kapal besar  tetap bertahan di atas permukaan air. Kapal adalah salah satu alat tranportasi laut yang digunakan untuk berbagai keperluan, sungguh merupakan nikmat dari Allah SWT sekaligus sebagai tanda kekuasaan-Nya. Allah SWT. berfirman:

 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.(QS. Al-baqarah : 164)

 

Allah SWT. mengendalikan kapal-kapal itu agar bisa mengangkut para penumpang dan barang-barang bawaan mereka, untuk berlayar dari satu tempat ke tempat lain yang sulit atau tidak mungkin dijangkau kecuali dengan kapal atau perahu. Andai mereka mengarunginya tanpa kapal, pasti akan merasa berat dan sulit membawa beban barang-barang bawaan.

Allah SWT ingin menampakkan kelembutan-Nya terhadap para hamba-Nya. Allah SWT menciptakan pohon-pohon besar yang bisa dikelupas bagian-bagiannya, mengilhami manusia untuk membuat kapal dan perahu, membuat ruang-ruang kosong sebagai tempat barang bawaan, menciptakan air sebagai tempat berlayar serta menciptakan angin yang herhembus di waktu-waktu tertentu untuk menggiring dan mengarahkan kapal dari satu tempat ke tempat lainnya.

Allah SWT memberi ilham manusia untuk mengetahui waktu hembusan angin dan kapan angin itu tenang dan beralih, hingga mereka bisa berlayar dengan memanfaatkan angin dan layar.

Lihatlah pula kemudahan yang didapat dari penciptaan air. Air adalah benda halus, lembut, bisa mengalir, menyatu elemen-elemen pembentuknya seakan-akan satu zat yang halus susunannya, mudah dipisah seakan-akan benda yang terpisah. Mudah dikendalikan sehingga memungkinkan kapal untuk berlayar di atasnya. Mengherankan sekali bila manusia lupa akan semua nikmat-nikmat Allah SWT. ini. Semuanya adalah saksi-saksi yang jelas,  bukti-bukti nyata, ayat-ayat yang berbicara tentang keagungan Sang Penciptanya, menyatakan betapa sempurnanya kekuasaan Allah SWT. dan betapa mengagumkan hikmah-hikmah di balik semuamya.

Bukti-bukti ini seakan berkata : “tidakkah kau lihat bentuk dan susunanku, sifat-sifat dan peralihan keadaanku serta banyaknya faidahku? Apakah orang yang punya hati teguh dan akal sehat akan menyangka bahwa aku ada dengan sendiriya atau sebuah karya seseorang dari mereka? Semua itu adalah ciptaan Allah SWT Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia.

[1] yang dimaksud adalah orbit bintang-bintang dan planet-planet.

[2] Perintah agama sangat berkaitan dengan ruang waktu, semisal waktu sholat, puasa dll. Jika tidak ada matahari maka waktu tak bisa diketahui, bila tidak ada siang dan malam atau tidak ada matahari pasti perintah agama yang berkaitan dengan itu akan cacat hukum, rusak dan sia-sia.

[3] maksudnya bila Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula bila ia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, Maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.

 

[4] maksudnya segala sesuatu itu sumbernya dari Allah s.w.t.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *