Membaca Ayat-Ayat Kauniyah Hikmah Penciptaan Alam Semesta (2/2-End)

Bab Enam

HIKMAH PENCIPTAAN AIR

 

 “dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?”.

(Qs. Al-Anbiya’ : 30)

 

“atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

(QS. An-Naml : 60)

************************

 

Lihatlah anugerah yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya, air tawar sebagai sumber kehidupan seluruh binatang dan tumbuh–tumbuhan di muka bumi.

Saat manusia dalam kondisi terdesak untuk meminum seteguk air saja, ia pasti rela untuk menyerahkan seluruh kekayaan yang dimilikinya. Sungguh heran, manusia lupa akan nikmat agung ini. Lihatlah betapa air sangat dibutuhkan, meski demikian Allah SWT. tetap memberi kemurahan kepada para hamba-Nya. Andai Allah SWT. menciptakan air dalam jumlah terbatas, pasti akan timbul kesulitan  dan kesusahan bagi seluruh penghuni dunia ini.

Lihatlah kelembutan dan kehalusan materi air hingga dapat mengalir dari permukaan bumi dengan molekul-molekul bagiannya hingga dapat diserap akar- akar pohon. Air juga dapat naik ke atas akibat panas sinar matahari, air menguap kemudian naik ke atas dahan pohon-pohon yang tinggi, meski air mempunyai sifat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

Allah SWT menjadikan rasa lezat dalam meminum air dalam kondisi sangat membutuhkan untuk mengalirkan makanan ke perut, agar berada di tempat yang semestinya. Orang yang meminum air dalam kondisi seperti ini akan menemukan rasa nikmat dan segar yang luar biasa.

Allah SWT menjadikan air untuk menghilangkan kotoran dari badan, kotoran-kotoran yang menempel pada pakaian dan lainnya. Air bisa membasahi tanah, debu dan pasir hingga dapat difungsikan untuk berbagai kegunaan. Air juga bisa membasahi segala sesuatu yang kering ketika tak mungkin digunakan dalam kondisi kering. Air melembutkan segala jenis minuman sehinga mudah untuk diteguk dan dicerna. Air juga bisa memadamkan kobaran api dan menghindarkan manusia dari hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak disukai.

Air juga bisa menghilangkan sesuatu yang menyumbat di kerongkongan, ketika seseorang hampir saja mati karena sumbatan itu. Air juga digunakan untuk mandi, melepas penat, lelah dan letih setelah beraktifitas. Dengan mandi kita akan merasakan kesegaran dan fresh. Air juga berperan besar dalam kesempurnaan aneka ragam makanan dan segala sesuatu yang tidak bisa digunakan kecuali dalam kondisi basah. Air juga digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan lain yang tak bisa lepas dari peran serta air di dalamya.

Lihatlah nikmat yang begitu luas dan menyeluruh,  dan kemudahan memperolehnya serta kelalaian manusia akan nilainya meski sangat dibutuhkan. Andai persediaan air menipis pasti kehidupan dunia akan terasa keruh.

Dengan ini, diketahui bahwa Allah SWT menghendaki turunnya air dan kemudahan memperolehnya untuk kemakmuran dunia dan seluruh isinya : Binatang, tumbuh-tumbuhan, barang tambang, serta kegunaan-kegunaan lain yang tidak bisa disebutkan seluruhnya. Maha Suci Allah Yang Maha Memberi Anugerah dan Maha Agung.

 

 

 

Bab Tujuh

 

HIKMAH PENCIPTAAN UDARA

 

Dan kami Telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

(QS. Al-Hijr : 22)

 

************************

 

Ketahuilah -semoga Allah SWT merahmatimu- lapisan udara dalam atmosfer digerakkan oleh angin, andai tidak ada hal ini pasti seluruh penghuni daratan bumi akan musnah. Dengan menghirup udara, suhu badan manusia dan seluruh binatang bisa stabil karena udara bagi mereka ibarat air bagi binatang laut, bila aktifitas menghirup udara ini terhenti, suhu panas tubuh akan menjalar ke jantung dan mengakibatkan kematian.

Perhatikan hikmah di balik gerakan angin yang menggiring awan, awan bisa bergerak dan bergeser hingga akhirnya hujan turun di tempat yang membutuhkannya untuk bercocok tanam. Andai tidak ada kelembutan Sang Pencipta yang menciptakan angin, awan akan menebal dan berdiam di tempat sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh bumi.

Kemudian lihatlah bagaimana kapal bisa berjalan dan berpindah tempat karena hembusan angin, serta mampu mengangkut barang dari satu pulau ke pulau yang lain yang tidak terdapat barang bawaan tersebut. Andai tidak ada perjalanan kapal yang digerakkan oleh angin, pasti barang–barang itu akan tetap berada di tempat asalnya, karena untuk memindahkan barang antar pulau dengan alat transportasi lain juga sulit atau lebih mahal, padahal barang-barang kiriman itu sangat dibutuhkan sekali. Angin juga bermanfaat untuk berbagai pekerjaan dan bermacam aktifitas lain yang membutuhkannya.

Lihatlah pula kelembutan dan hembusan udara yang menyelimuti alam semesta ini, karena hembusan angin bau busuk di bumi bisa hilang, andai tidak ada gerakan angin pasti pemukiman-pemukiman akan pengap dan berbau busuk, hewan dan manusiapun akan musnah akibat timbulnya wabah dan berbagai macam penyakit.

Lalu perhatikanlah manfaat dari hembusan angin yang mampu memindahkan debu-debu yang berhamburan dan pasir-pasir ke taman dan perkebunan, mengokohkan pohon-pohon dengan debu yang berpindah akibat gerakan udara, tertutupnya permukaan gunung dengan debu-debu yang berhamburan sehingga bisa dijadikan lahan untuk bercocok tanam, serta pasir-pasir pantai yang bisa dimanfaatkan manusia. Karena hembusan angin pula, air laut bergerak, bergelombang dan memuntahkan ambar serta benda-benda  lainnya yang dibutuhkan manusia dalam berbagai urusannya.

Renungkan! Bagaimana peran angin dalam tetes-tetes air hujan. Andai tidak ada gerakan dan hembusan angin, air hujan akan tumpah ke bumi secara sekaligus sehingga hancurlah sesuatu yang terkena tumpahan air hujan itu. Kemudian tetes-tetes air hujan tersebut berkumpul menjadi sungai-sungai dan samudera di permukaan bumi tanpa ada dampak negatif, dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan model sistem terbaik.

Lihatlah bukti kasih sayang Allah SWT., Maha Suci Allah Yang Maha Lembut terhadap para makhluq-Nya, Yang Maha Mengatur semua milik-Nya.

Lihatlah rahmat yang menyeluruh ini, besarnya manfaat, nikmat yang merata dan anugerah yang begitu agung nilainya, hal ini sebagaimana diingatkan dalam firman Allah SWT :

 

 

Dia-lah, yang Telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

(QS. An-Nahl : 10-11)

 

Termasuk kesempurnaan nikmat dan agungnya hikmah adalah Allah SWT. menjadikan cuaca cerah di sela-sela turunnya hujan, keduanya saling bergantian demi kebaikan alam semesta. Andai salah satunya terjadi secara terus-menerus, pasti akan terjadi kerusakan.

Tidakkah anda bayangkan bila hujan turun secara terus-menerus dan sangat lebat? sayuran dan hijau-hijauan akan membusuk, pemukiman dan perumahan akan roboh, akses jalan tertutup dan mengganggu perjalanan, pekerjaan serta aktifitas lainnya.

Andai cuaca terus cerah pasti badan dan tumbuhan akan menjadi kering, air yang berada di mata air dan jurangpun akan berbau busuk, sehingga menimbulkan dampak negatif dan berbahaya bagi manusia, udara menjadi kering dan menimbulkan berbagai penyakit, harga bahan pokokpun semakin mahal. Tempat penggembalaan rusak, bahkan si kumbang tak dapat lagi menghisap madu-madu bunga yang telah kering layu.

Dengan adanya peralihan cuaca cerah dan hujan di alam semesta, udara akan stabil, dan masing-masing cuaca itu akan mencegah dampak buruk cuaca lainnya, sehingga kelestarian alam dapat tercapai dan inilah yang tampak dominan dari kehendak Allah SWT.

Jika dikatakan : “Kadang salah satu cuaca itu menimbulkan dampak buruk disebagian waktu”

Kami jawab : “hal itu ada kalanya untuk memberi peringatan kepada manusia bahwa dampak buruk tersebut terjadi karena adanya tindakan yang  menyalahi  nikmat, anugerah dan rahmat Allah SWT., ini yang biasa terjadi. Dengan demikian, mereka akan menghentikan kezhaliman dan kemaksiatan. Tidakkah anda lihat seseorang yang tubuhnya sakit membutuhkan obat yang tidak enak rasanya dan tidak disukai? Semua itu  agar badannya sembuh  dan organ yang rusak bisa pulih kembali. Allah SWT berfirman :

 

Dan Jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

(QS. Asy-Syura : 27)

 

 

 

Bab Delapan

 

HIKMAH PENCIPTAAN API

 

 

Maka Terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu). Kamukah yang menjadikan kayu itu atau kamikah yang menjadikannya? Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.

(QS. Al-Waqi’ah : 71-74)

 

************************

 

Ketahuilah! –semoga Allah SWT. memberikan taufiq kepada kita- sesungguhnya Allah SWT. telah menciptakan api. Api termasuk nikmat terbesar yang diberikan kepada para hamba-Nya.

Allah SWT mengetahui jika api itu tersedia dalam jumlah yang sangat besar justru akan menimbulkan kerusakan alam, karena itulah Allah SWT dengan kebijakan-Nya menciptakan api dalam jumlah terbatas, ketika dibutuhkan maka api itu muncul dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan yang membutuhkannya. Api tersimpan dan bisa ditemukan dalam beberapa benda.

Api mempunyai manfaat yang banyak dan tak terhitung, diantaranya:

  • Untuk memasak makanan dan minuman, bila tidak ada api tentu tidak bisa matang, menyatu dan bercampur, serta tidak baik untuk pencernakan. Lihat kelembutan Sang Pencipta dalam hal penting ini.
  • Lalu lihatlah benda-benda yang dibutuhkan manusia : emas, perak, tembaga, besi, timah dan lainnya. Bila tidak ada api, benda-benda tersebut tidak dapat dimanfaatkan, api bisa digunakan untuk melelehkan tembaga hingga bisa dicetak untuk berbagai macam wadah dan perabot lainnya. Allah SWT telah mengingatkan bahwa nikmat semacam ini wajib disyukuri. Allah SWT berfirman :

 

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang Tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. Saba’ : 31)

 

 

  • Api juga bisa digunakan untuk melunakkan besi hingga bisa dibuat menjadi bermacam barang yang bermanfaat: perlengkapan perang seperti baju besi, pedang, berbagai macam senjata dan lain sebagainya. Sangat panjang bila disebutkan. Allah SWT telah mengingatkan hal semacam ini melalui firman-Nya :

 

 “Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.(QS. Al-Hadid : 25)

 

Dan Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). (QS. Al-Anbiya’ : 80)

 

  • Besi juga bisa digunakan untuk membuat alat-alat pertanian dan alat panen serta perabot lain yang dibuat dengan perantara api, alat-alat yang ditempa dengan api, alat untuk memecah gunung yang keras, alat untuk mengetam kayu (pasah) dan sebagainya. Banyak sekali bila dituturkan.
  • Kalau bukan karena kelembutan Allah SWT dengan menciptakan api, tidak ada pemanfaatan sebagaimana di Andai tak ada api untuk apa diciptakan emas dan perak? Benda-benda ini tidak akan bisa difungsikan sebagai mata uang, perhiasan dan manfaat lainnya, bahkan mungkin benda-benda ini akan dianggap seperti halnya debu.
  • Lihatlah rasa senang dan kenyamanan yang ditimbulkan api ketika manusia diselimuti kegelapan, bagaimana mereka bisa mendapat penerangan dan petunjuk cahaya dalam segala aktifitas mereka? Ketika makan, minum, menyiapkan tempat tidur, bisa melihat sesuatu yang membahayakan mereka, sesuatu yang menyenangkan dan aktifitas-aktifitas lainnya baik di darat maupun di lautan. Dengan adanya api mereka dapat merasa senang seakan-akan matahari tak pernah terbenam dari ufuk mereka.
  • Api juga bisa digunakan untuk menangkal dampak negatif yang timbul dari salju dan dinginnya angin, api juga sangat membantu dalam pertempuran dan melawan senjata musuh yang tak bisa ditaklukkan kecuali dengan perantara cahaya api. Lihatlah betapa agungnya nilai nikmat ini, nikmat yang dijadikan di bawah kendali hamba-hamba-Nya. Mereka bisa memadamkan dan menyalakannya sesuai kehendak mereka. []

 

Bab Sembilan

 

HIKMAH PENCIPTAAN MANUSIA

 

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. Al- Mukminun : 12-14)

 

************************

 

Ketahuilah! –semoga Allah SWT memberi petunjuk padamu- sesungguhnya Allah SWT telah mengetahuii dengan sifat ilmu-Nya yang qadim, tentang penciptaan makhluk (manusia) dan penyebaran mereka di dunia ini, mereka dibebani tangggung jawab dalam rangka cobaan dan ujian. Allah SWT menjadikan mereka berkembang biak. Dia ciptakan laki-laki dan perempuan dan meletakkan rasa cinta di hati mereka serta aneka daya tarik, hingga mereka tak mampu menahan dan menyiapkan cara mengelak untuk menjauhi keinginan dan hasrat biologis.

Manusia digiring oleh syahwat yang telah menjadi fithrah dalam penciptaan mereka, digiring untuk bergaul dan berkumpul. Fikiran memberi komando organ khusus untuk menitipkan air sperma di rahim yang kokoh, tempat terciptanya janin. Di tempat ini berkumpullah sperma yang berasal dari seluruh badan dan keluar berupa air yang memancar, yang berjalan cepat dari antara tulang punggung dan tulang-tulang dada dengan gerakan-gerakan tertentu. Kemudian air suci itu berpindah karena adanya proses “pembelahan” dari organ dalam ke “dalam”. Meski berpindah, air sperma itu masih tetap orisinil, sperma adalah air yang lemah dan hina, sedikit saja terkena sentuhan akan membuatnya rusak dan merubah kemurniannya. sperma adalah air yang lemah dan hina, sedikit sentuhan saja sudah menjadikannya rusak dan mengubah komposisinya.

Sperma adalah air yang bercampur keseluruhannya, bagian-bagiannya sama tak ada selisih dalam kondisii apapun. Dari air itu Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan setelah proses perubahan wujud dari air mani menjadi gumpalan darah lalu menjadi segumpal daging kemudian diikat dengan urat-urat syaraf serta dirangkai dengan jasad.

Allah SWT menciptakan organ tubuh dan menyusunnya, membuat lingkar kepala, membelah pendengaran, penglihatan, hidung, mulut dan lubang- lubang lainnya.

 

MATA DAN PENGLIHATAN

Allah SWT menciptakan mata untuk melihat, dan yang termasuk keajaiban adalah rahasia keberadaannya sebagai indera penglihatan terhadap segala sesuatu, sungguh tak mampu dijelaskan apa rahasia di balik itu.

Mata tersusun dari tujuh lapisan, masing-masing lapisan mempunyai sifat dan bentuk yang khusus, kehilangan atau tidak terdapat satu lapisan saja pasti membuat manusia kehilangan daya penglihatannya.

Lihatlah bentuk kelopak mata yang mengitari mata, serta gerak refleksnya yang mampu melindungi mata dari debu dan benda lainnya yang dapat membawa dampak negatif dan menyebabkan sakit. Kelopak mata bagaikan pintu yang dibuka ketika diperlukan dan ditutup di waktu yang lain.

Lalu karena maksud dari penciptaan kelopak mata adalah untuk keindahan mata dan wajah, maka bulunya dibuat dengan kadar tertentu, tidak berlebihan hingga menimbulkan dampak buruk pada mata, juga tidak kurang hingga mengakibatkan efek negatif pada mata.

Air mata dibuat dengan rasa asin dengan fungsi  untuk mengkoyak-koyak benda yang jatuh di mata. Kedua ujung mata dibuat sedikit cekung dibanding bagian tengahnya agar benda yang jatuh ke mata dapat bermuara di salah satu sisinya. Alis juga diciptakan untuk keindahan wajah dan sebagai pelindung kedua mata, bulu kedua alis itu menyerupai bulu mata, tidak bertambah panjang hingga membuat wajah menjadi jelek.

Sedang rambut kepala dan jenggot tercipta dalam kondisi yang bisa bertambah, memanjang dan berkurang hingga bisa diperlakukan dengan apapun,  dan tidak berdampak buruk.

 

MULUT

Lihatlah mulut, lidah dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Allah SWT menciptakan dua bibir untuk menutupi mulut, bagaikan pintu yang ditutup dan akan dibuka ketika diperlukan. Bibir juga menutupi gusi dan gigi serta berfungsi untuk keindahan. Andai tidak ada dua bibir, pasti manusia akan menjadi makhluk yang buruk rupa.

Dua bibir ini sangat membantu dalam proses bicara. Lidah berfungsi untuk bicara dan mengungkapkan isi hati, membolak-balik makanan dan meletakkannya di bawah gigi geraham, hingga siap untuk dikunyah dan mudah ditelan. Kemudian gigi diciptakan dalam beberapa macam yang berbeda dan tidak berupa sebatang tulang saja. Apabila sebagian gigi itu retak atau pecah maka bisa memanfaatkan yang lain.

Gigi mengandung unsur manfaat dan keindahan, sebagian dari ggi-gigi itu berposisi terbalik, jumlahnya bisa bertambah hingga bisa bertahan dalam waktu yang lama beserta barisan gigi di bawahnya. Gigi-gigi itu keras tak seperti tulang badan, karena tuntutan kebutuhan untuk selamanya.

Gigi geraham berukuran besar karena kegunaannya untuk mengunyah makanan yang merupakan proses awal dari pencernaan. Gigi seri dan gigi taring berfungsi untuk memotong dan mengkoyak makanan, juga untuk memperindah mulut, oleh karenanya pangkal gigi itu sangat kokoh dan ujung-ujungnya dibuat tajam, warnanya putih meski dikelilingi oleh gusi yang berwarna merah, ujungnya serasi dan tersusun rapi bagaikan untaian berlian.

Lalu lihatlah bagaimana Allah SWT menciptakan kelembaban dan kadar basah mulut dibawah kontrol dan dapat dikendalikan, tidak tampak kecuali ketika dibutuhkan. Andai mulut itu basah dan air ludah itu mengalir sebelum waktunya, pasti akan membuat manusia menjadi jelek. Karena itulah maka keadaan basah itu diatur untuk membasahi makanan yang dikunyah hingga mudah masuk ke dalam kerongkongan tanpa kesulitan dan rasa sakit.

Ketika tidak sedang makan, kadar basah mulutpun tidak berlebihan, hanya sekedar membasahi anak lidah dan kerongkongan guna proses bicara, juga agar tidak kekeringan, karena itu sangat berbahaya bagi manusia.

Perhatikan pula rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Dia menciptakan kelezatan rasa makanan bagi orang yang sedang menyantap hidangan, menciptakan indera perasa di lidah dan bagian mulut lainnya hingga dapat digunakan untuk mengetahui mana makanan yang yang cocok dan mana yang tidak sesuai selera, dengan itu kenikmatan makanan dan minuman dapat dirasakan ketika sudah ada kebutuhan untuk mengkonsumsinya. Di sisi lain kita juga bisa menghindari makanan yang tidak layak serta bisa mengetahui kadar panas dan dinginnya makanan yang sampai ke mulut.

PENDENGARAN

Allah SWT membelah pendengaran dan meletakkan cairan pahit yang berfungsi melindungi indera pendengar dari ancaman ulat dan binatang-binatang kecil yang bisa menggaduhkan pendengaran. Menjaga telinga dengan daun telinga agar suara dapat bermuara dan fokus masuk pada lubang telinga. Telinga juga sangat sensitif terhadap ancaman yang membahayakan baik dari binatang-binatang kecil, serangga atau lainnya.

Di telinga terdapat lekukan-lekukan agar suara dapat bertahan di sana, juga untuk menghambat perjalanan hewan yang merayap dan berjalan di sana hingga sang pemilik telinga itu sadar dan merasakan adanya ancaman, kemudian dia terbangun dari tidur lelapnya.

INDERA PENCIUM

Perhatikan daya tangkap manusia terhadap berbagai macam aroma hanya dengan perantara masuknya udara, hal itu adalah rahasia yang tak dapat diungkap hakikatnya kecuali oleh Allah SWT. Kemudian lihatlah bagaimana hidung bertengger di tengah wajah, bentuknya indah, dua lubang hidung yang terbuka (dan mengarah ke bawah) serta berfungsi untuk untuk mencium dan mendengus.

Di dalam hidung terdapat indera pencium untuk mengetahui berbagai macam bau dengan cara menghirup aroma makanan dan minuman, dengan itu manusia bisa merasakan nikmat bermacam aroma wewangian dan bisa menghindari bau yang yang tidak sedap, memuakkan dan kotor. Manusia juga bisa menghirup ruh kehidupan sebagai energi qalbu serta membuat rileks kondisi kejiwaannya.

 

SUARA

Allah SWT  menciptakan pangkal tenggorokan untuk keluarnya bermacam suara. Membuat lidah dapat bergerak memutar dan berhenti, dapat memenggal dan menghasilkan suara di tempat-tempat (makhraj) yang berbeda sehingga muncul huruf-huruf yang berbeda dan suarapun menjadi bervariasi. Allah SWT menciptakan kerongkongan dalam ukuran yang berbeda-beda, sempit-luas, tebal-tipis, keras-lunak, panjang dan pendek. Karena itulah suara yang ditimbulkan dapat berbeda dan bervariasi, tidak ada dua suara yang sama; sebagaimana Allah SWT menciptakan perbedaan di antara dua wajah hingga keduanya tidak serupa, bahkan antara dua wajah itu jelas terdapat perbedaannya. Seorang pendengar sudah dapat mengidentifikasi dan mengenali  beberapa orang hanya dari suaranya. Begitulah; di antara dua orang pasti ada perbedaan. Hikmah di balik itu adalah agar manusia saling mengenal. Karena ketika Allah SWT menciptakan Adam dan Hawa, Dia membuat dua sosok yang berbeda. Dari kedua makhluk ini Dia ciptakan manusia lain yang juga berbeda dari ayah-ibunya, begitulah seterusnya, manusia berkembang dalam perbedaan, hikmah semua ini adalah agar mereka saling mengenal (dan saling melengkapi).

 

TANGAN

Perhatikan terciptanya kedua tangan sebagai media menggapai berbagai tujuan dan menolak berbagai hal negatif. Bagaimana Allah SWT.  membuat lebar telapak tangan dan membagi lima jari tangan,  jari-jari itu dibagi menjadi beberapa ruas, empat jari di satu sisi dan ibu jari berada di sisi lain, sehingga bisa melingkari seluruhnya. Andai orang-orang dahulu dan modern berkumpul, berusaha dengan fikiran yang mendalam untuk membuat model susunan lain jari-jari tangan, selain model yang telah ada (yakni ibu jari berjarak jauh dari empat jari lainnya, selisih panjang empat jari itu dan susunannya dalam satu baris) pasti mereka tak akan mampu untuk itu.

Dengan model yang telah ada ini, tangan bisa digunakan untuk menerima dan memberi, bila tangan  terbuka lebar maka jadilah wadah untuk menaruh sesuatu yang diinginkan. Bila tangan mengepal jadilah alat untuk memukul, bila tangan mengepal secara tidak sempurna maka bisa dijadikan alat untuk menciduk, bila tangan terbuka dan jari-jari merapat, jadilah alat untuk menyerok.

Kemudian Allah SWT  menciptakan kuku-kuku sebagai hiasan ujung jari dan penopang dari sisi luar, sehingga tidak lemah dan tidak akan luput benda-benda kecil yang tidak dapat diambil dengan ujung jari ketika tidak ada kuku. Kuku juga bisa digunakan untuk menggaruk badan ketika dibutuhkan. Bayangkan ketika sedikit benda mengenai badan dan menimbulkan gatal-gatal, bila tidak ada kuku pasti manusia akan menjadi makhluk yang paling lemah karena tak berdaya untuk menolak sesuatu yang menyakitinya. Manusia juga tidak mampu mencari alat lain yang sesuai standart kuku untuk menggantikan fungsinya dalam menggaruk badan, karena kuku memang tercipta untuk fungsi menggaruk dan kegunaan lainnya.

Kuku tidak keras seperti tulang, juga tidak lunak seperti kulit, kuku bisa memanjang, bisa dipotong, digunting dan  menjadi pendek. Allah SWT juga menciptakan insting manusia untuk menggaruk dalam kondisi tidur dan terjaga serta mengarahkan ke bagian-bagian tertentu dari badannya. Andai manusia membutuhkan dan menggunakan benda lain untuk menggantikan fungsi kuku, pasti tak akan bisa tepat mengenai sasaran kebutuhan kecuali setelah waktu yang lama dan bersusah payah.

 

KAKI

Perhatikan bagaimana Allah SWT. memanjangkan dua paha dan dua betis, membentangkan dua telapak kaki agar memungkinkan untuk berjalan, menghiasi dua telapak kaki itu dengan jari-jari yang berfungsi sebagai hiasan dan penguat dalam berjalan, juga menghiasi jari-jari dengan kuku dan megokohkannya dengan itu.

Lalu renungkan bagaimana Allah SWT. menciptakan semua ini dari tetes air sperma yang hina, dari air itu Allah SWT. menciptakan tulang badan hingga menjadi keras dan kuat sebagai penopang dan tumpuan badan. Dia membuat ukuran tulang-tulang itu berbeda dan dalam bentuk yang serasi. Sebagian dari tulang-tulang itu ada yang kecil, panjang, melingkar, berlubang,  tidak berlubang, tebal dan tipis. Kemudian Allah SWT menitipkan sungsum yang halus dalam tulang untuk menjaga dan melindungi kebaikan tulang serta menguatkannya.

Karena manusia membutuhkan seluruh tubuhnya dan sebagian anngota badan untuk melakukan aktifitasnya, maka Allah SWT tidak menjadikan tulang manusia hanya satu saja, tapi tulang-tulang yang banyak. Di antara tulang-tulang itu terdapat beberapa persendian sehingga bisa bergerak dengan mudah. Dia telah menentukan ukuran setiap tulang sesuai dengan gerakan yang diinginkan. Kemudian Dia menyambung persendian-persendian itu dan mengaitkan satu bagian dengan bagian yang lain dengan otot-otot yang berada di salah satu ujung tulang, dan menempelkannya pada ujung yang lain seperti tali pengait. Lalu pada salah satu sisi tulang itu dibuat bagian-bagian yang menonjol keluar dan pada sisi yang lain terdapat lekukan yang cekung dan sesuai dengan bentuk bagian yang menonjol tersebut agar bisa masuk dan mengatup, hingga manusia tidak kesulitan ketika ingin menggerakkan salah satu bagian dari tubuhnya tanpa menggerakkan bagian yang lain. Andai tak ada hikmah di balik penciptaan persendian, pasti hal itu sulit dilakukan.

 

KEPALA DAN TULANG

Perhatikan bagaimana  Allah SWT. menciptakan kepala yang tersusun dari 55 tulang yang berbeda-beda variasi model dan bentuknya, menyusun satu bagian ke bagian lainnya hingga mapanlah lingkar kepala sebagaimana terlihat.

Sebagian dari tulang-tulang itu adalah : 6 tulang yang khusus untuk tengkorak kepala, 24 tulang untuk dagu atas, 2 tulang dagu bawah dan sisanya adalah gigi yang  sebagian berbentuk lebar untuk mengunyah, yang lainnya berbentuk tajam untuk memotong.

Kemudian Allah SWT menjadikan tulang pelindung pusat kepala yang tersusun dari tujuh tulang pelindung yang berlubang dan melingkar, terdapat tonjolan dan bagian lain yang cekung agar saling mengatup. Panjang sekali ulasan hikmahnya.

Lalu tersusunlah tulang pelindung di atas punggung, dari arah bawah tulang pelindung hingga ujung tulang belakang tersusun dari 24 tulang pelindung dan tulang belakang. 3 tulang lainnya berbeda dan dari arah bawah menyambung dengan tulang ekor yang tersusun dari tiga tulang yang berbeda pula.

Tulang punggung itu menyambung dengan tulang dada, tulang bahu, tulang kedua tangan, tulang selakangan (bawah perut), tulang belakang, tulang-tulang paha, tulang betis dan jari-jari kedua kaki hingga jumlah total tulang di tubuh manusia mencapai 248 tulang selain tulang-tulang kecil yang mengisi sela-sela persendian. Perhatikan bagaimana Sang Pencipta Yang Maha Suci menciptakan semua itu dari tetes air mani yang lembut dan lemah??

Tujuan penyebutan jumlah tulang ini adalah untuk mengagungkan Sang Pengatur dan Penciptanya dan bagaimana Dia menciptakannya, membuat bentuk yang bervariasi dan membuat ketentuan khusus sekira bila kelebihan satu tulang saja, maka timbullah bencana dan manusia perlu untuk mencabutnya, jika tulang itu kurang satu saja maka butuh untuk menambal kekurangan itu.

Allah SWT melakukan semua ini sebagai bahan renungan bagi orang-orang yang mempunyai mata hati, juga sebagai bukti-bukti yang jelas atas keagungan dan kebesaran-Nya melalui pengaturan tulang dan proses pembentukannya.

 

OTOT

Coba perhatikan bagaimana Allah SWT  menciptakan alat-alat penggerak tulang, alat itu adalah otot. Allah SWT  menciptakan 529 otot dalam badan manusia, otot itu tersusun dari daging, urat syaraf, pengikat dan selaput penutup. Otot-otot ini berbeda-beda ukuran dan modelnya sesuai perbedaan posisi dan kebutuhan. 24 di antaranya untuk gerakan mata dan pelupuk mata, bila kurang satu saja, timbullah permasalahan pada mata. Begitulah untuk setiap anngota terdapat otot-otot dengan jumlah tertentu dan ukuran yang sesuai. Adapun mengenai urat syaraf dan urat nadi, tempat tumbuh dan luasnya, tentu lebih mengagumkan dari ulasan ini, dan penjabarannya panjang. Kemudian mengenai keajaiban-keajaiban makna dan sifat-sifat yang tak dapat dijangkau dengan indera, jelas lebih mengagumkam lagi!.

 

BENTUK IDEAL MANUSIA

Perhatikanlah kemuliaan yang dianugerahkan Allah SWT dan khusus diberikan kepada manusia. Manusia diciptakan dalam kondisi mampu berdiri tegak dan duduk mapan, menghadap segala sesuatu dengan bagian depan dari anggota badannya, bisa bekerja dan beraktifitas dengan leluasa. Manusia tidak diciptakan dalam posisi tertelungkup seperti aneka macam binatang, karena bila seperti itu pasti manusia tak akan mampu melakukan berbagai aktifitas. Perhatikan secara menyeluruh anggota luar dan dalam manusia, maka anda akan menemukan bahwa semua telah tercipta dengan model ciptaan yang mengandung hikmah yang mengagumkan.

Allah SWT telah menjadikan anggota badan manusia sempurna dengan asupan makanan, makanan terus-menerus masuk ke dalam tubuh manusia, namun Allah SWT menentukan ukuran manusia dengan kadar yang tidak melewati batas, tetap stabil dalam ukuran dan tidak melebihi batas. Karena bila ukuran itu bertambah seiring asupan makanan yang terus-menerus masuk pasti badan manusia akan menjadi besar dan jumbo, berat untuk bergerak, sulit melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebetulnya ringan dan tidak mampu meraih makanan yang sesuai untuknya, pakaian dan tempat tinggalpun demikian.

Termasuk hikmah yang sangat dalam dan sistem pengaturan yang apik adalah : kestabilan anggota badan manusia pada batas yang ditentukan ini, sebagai rahmat dari Allah SWT dan wujud kasih sayang terhadap makhluk-Nya. Ketika anda telah mengetahui bahwa semua ini tercipta dari setetes air sperma, apa bayangan dan gambaran anda terhadap ciptaan-Nya di kerajaan langit dan bumi? matahari, bulan dan bintang-bintang?.

Apa hikmah di balik ukuran, model, jumlah, posisi, sebagian berkumpul dan terpisah, perbedaan bentuk, selisih arah timur dan barat. Jangan anda kira bahwa atom di langit, bumi dan alam lainnya luput dari beberapa hikmah. Semua itu mengandung keajaiban-keajaiban dan hikmah-hikmah yang tak bisa mengetahui semuanya kecuali Allah SWT, tidakkah anda mendengar firman Allah SWT :

Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah Telah membinanya”. (QS. An- Nazi’at : 27)

 

Renungkan! Bila manusia dan jin berkumpul untuk menciptakan pendengaran, indera penglihat dan kehidupan pada sperma, pasti mereka tak akan mampu untuk itu.

Perhatikanlah! Bagaimana Allah SWT menciptakannya di rahim para ibu, membentuknya dengan baik, membuatnya dalam ukuran yang apik, memberi rupa dengan paras yang indah, membagi bagian-bagian tubuh yang serupa sampai bagian-bagian yang berbeda, mengokohkan tulang di posisinya, membuat baik dan indah anggota tubuh. Merangkai otot dan urat syaraf, mengatur organ luar dan dalam, membuat saluran makanan sebagai sarana untuk tetap bertahan semasa hidupnya. Bagaimana Dia menata organ-organ dalam berupa jantung, hati, perut besar, limpa, paru-paru, kantong kemih, dan beberapa usus. Masing-masing bagian dengan bentuk model dan ukuran tertentu guna fungsi yang tertentu pula.

Dia menciptakan urat syaraf yang kuat untuk membantu perut besar dalam proses memasak makanan. Hal itu memungkinkan adanya proses mengkoyak dan menggiling makanan. Pada fase pertama Allah SWT menciptakan gigi geraham untuk mengunyah makanan, sebagai alat bantu perut agar dalam proses pencernaan dan metabolisme bisa berjalan dengan baik.

Dia menjadikan hati sebagai distributor nutrisi makanan sampai ke pembuluh darah, dari tempat itu kemudian sari-sari makanan dialirkan ke setiap anggota badan sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan. Nutrisi untuk tulang tentu tidak sama dengan nutrisi untuk daging, nutrisi otot juga berbeda dari nutrisi urat syaraf, nutrisi rambut tentu tidak sama dengan nutrisi bagian tubuh lainnya.

Allah SWT menciptakan limpa, kandung empedu dan buah pingganng untuk melayani hati. Limpa menarik biji hati, kandung empedu menarik empedu dan buah pingganglah  yang menarik dari hati. Kantung kemih menampung air dari buah pinggang kemudian mengeluarkannya melalui saluran air kencing, otot dan hati lewat saluran darah hingga ke seluruh anggota badan. Kantung kemih tercipta dalam bentuk yang kokoh dan lebih kuat dibanding daging guna menjaga dan melindunginya, kantung kemih ibarat wadah dan tempat penampungan air.

 

PROSES PERTUMBUHAN MANUSIA

Kemudian perhatikanlah bagaimana Allah SWT mengatur rahim, melembutkan dengan kelembutan yang panjang penjabarannya dan tidak bisa diketahui dengan sempurna kecuali oleh Sang Penciptanya, tidak ada yang mampu mengungkap rahasia sesuatu yang ia ketahui tentang rahim.

Di antara hikmah itu adalah : seorang janin dalam rahim tidak butuh minta tolong, seorang anak kecil tidak butuh penjelasan entah dengan nasehat atau peringatan. Semua berjalan berdasarkan insting sampai waktu ketika seorang anak butuh untuk meminta tolong dalam urusan makanannya. Andai tidak demikian, para ibu pasti akan lari dari bayinya karena sangat beratnya bersusah payah dan kesulitan merawatnya.

Hingga ketika badan si anak menjadi kokoh, kuat organ  tubuhnya luar dalam untuk mencerna makanan. Saat itulah Allah SWT menumbuhkan gigi-gigi ketika waktu dibutuhkan, tidak sebelum atau sesudahnya.

Lalu perhatikan bagaimana Allah SWT menciptakan sifat tamyiz[1]  dan akal secara bertahap sampai waktunya sempurna dan baligh. Perhatikan dan berfikirlah tentang rahasia manusia terlahir dalam kondisi bodoh, tidak berakal dan tidak faham. Karena bila manusia dilahirkan dalam kondisi berakal dan mampu  memahami pasti ia akan mengingkari wujud (kenyataan) ketika ia keluar ke dunia hingga dia kebingungan dan pikirannya kacau karena melihat sesuatu yang belum ia ketahui, menemui sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya dan yang belum ia temui padanannya.

 

HIKMAH TAHAP PERKEMBANGAN

Seorang bayi akan tunduk dan pasrah saat ia melihat dirinya digendong, diletakkan dan dibalut dengan kain, diam dan tenang di ayunan. Seorang bayi tak akan bisa terhindar dari semua ini karena kelemahan fisiknya saat dilahirkan. Kemudian kelembutan, rasa manis, dan kasih sayang di hati seperti ini tak akan ditemukan lagi ketika ia tumbuh menjadi bocah, karena pergolakan akal dan keinginan pribadinya. Dengan ini jelaslah bahwa bertambahnya kemampuan akal dan pemahaman secara bertahap pasti lebih baik dan maslahat bagi manusia.

Tidakkah manusia melihat bagaimana Allah SWT menegakkan segala sesuatu dari ciptaan-Nya di atas puncak hikmah dan jalan kebenaran. Dia memberitahu manusia tentang silih bergantinya kesalahan, yang kecil dan yang besar. Lalu perhatikan! ketika sangat dibutuhkan, Allah SWT menciptakan jalan dan sebab untuk berkembang biak, menciptakan rambut dan bulu untuk membedakan dari anak–anak dan para wanita. Dengan rambut  tersebut Allah SWT menghiasi dan menutupi sisi wajah manusia ketika tua. Bila dia seorang wanita, maka Allah SWT membiarkan wajahya bersih dari bulu-bulu dan rambut agar ia tetap memiliki aura keindahan dan kecerahan yang memikat kaum Adam, hikmah semua itu adalah untuk keberlangsungan keturunan.

Sekarang berpikirlah dalam berbagai kondisi yang berbeda tentang apa yang telah kami tuturkan di atas, yang telah diatur oleh Allah SWT.  Apakah anda kira yang seperti ini bisa diterlantarkan? Tidakkah anda lihat jika darah tidak mengalir sebagai sumber nutrisi si janin dalam kandungan, bukankah ia akan layu, mati dan mengering seperti tumbuhan yang  terputus dari aliran air.

Jika rasa sakit tidak membuat gelisah si janin (kontraksi rahim) saat sudah sempurna di rahim sang bunda, pasti dia akan mati bila tetap berada di dalam kandungan. Si bayi juga sang bundanya.

Andai air susu ibu tak mampu memenuhi kebutuhan si bayi saat telah dilahirakan, bukankah ia akan mati  kelaparan dan kehausan atau dia akan diberi asupan nutrisi yang tidak sesuai dan tidak baik bagi tubuhnya.

Andai Allah SWT tidak menciptakan gigi-gigi saat tiba waktunya, pasti sang bocah tidak mampu mengunyah dan menelan makanan, kalau terus- menerus menyusu tentu tubuhnya tidak akan bisa menjadi kuat. Andai bulu-bulu di wajah pria tidak tumbuh, pasti dia akan terlihat seperti wanita dan anak-anak sehingga tidak akan nampak wibawa, perkasa dan terhormat.

Tak ada yang bisa menyediakan semuanya, memenuhi segala kebutuhan pada waktunya kecuali Sang Pencipta yang menciptakan setelah sebelumnya tidak ada, yang memberi karunia dan anugerah pada manusia dengan semua nikmat-nikmat ini.

Berpikirlah tentang syahwat bersetubuh yang mendorong gairah bercinta, perhatikan pula alat penyalur sperma ke dalam rahim, gerakan-gerakan  untuk mengeluarkan sperma dan apa yang ada di balik semua itu? Sebuah sistem aturan yang mapan dan penuh hikmah.

 

ORGAN TUBUH

Kemudian berpikirlah pada sejumlah anggota badan, masing-masing siap digunakan untuk kebutuhan yang dikehendaki. Diantaranya; kedua mata untuk mencari petunjuk dengan melihat dan memandang. Kedua tangan untuk melakukan pekerjaan, membuang dan memberi. Kedua kaki untuk berjalan. Perut untuk memproses makanan serta lubang-lubang tubuh lainnya sebagai saluran pembuangan kotoran.

Jika anda renungkan semua ini beserta anggota tubuh lainnya pada manusia, anda akan temukan bahwa semuanya diletakkan dan tercipta di atas puncak hikmah dan kebenaran.

Berfikirlah tentang sampainya makanan ke perut, perut memprosesnya dan menyalurkan  sari-sari  makanan ke hati melalui urat-urat yang tipis dan berfungsi sebagai penyaring makanan, agar tidak ada makanan kasar dan keras yang sampai ke hati sehingga bisa menimbulkan luka. Urat-urat ini memang tercipta dalam ukuran yang tipis dan tidak menampung benda busuk, dengan izin Allah SWT urat-urat ini mengolah makanan menjadi sel darah dan mengalirkannya ke seluruh anggota badan melalui jalur yang telah tersedia untuk itu, sehingga masing-masing organ tubuh mendapatkan sesuai kebutuhannya; kering, lunak atau yang lainnya.

Kemudian kotoran dan sisa-sisa makanan dialirkan menuju organ-organ tubuh yang telah disediakan untuk itu, seperti yang telah kami sebutkan sebelum ini. Bagian-bagian tubuh ini ibarat wadah yang menampung sisa-sisa produksi agar tidak menyebar di badan dan menimbulkan penyakit.

Lalu perhatikanlah! Dalam penciptaan tubuh ini apakah anda temukan sesuatu yang tidak ada gunanya? Mata tidak diciptakan kecuali untuk menangkap segala sesuatu dan aneka warna. Andai ada bermacam warna namun tak tercipta mata yang menangkapnya, apakah aneka warna itu ada manfaatnya? Ketika mata tercipta, tapi tak ada cahaya, apakah indera penglihat ini bisa difungsikan? Indera pendengar tidak tercipta kecuali untuk menangkap suara. Bila terdapat suara namun tak ada indera pendengar yang menangkapnya, pasti suara itu tidak bermanfaat, begitu pula indera-indera yang lain.

Berfikirlah tentang segala sesuatu yang berada di antara panca indera dan objeknya, proses kerja indera tak akan sempurna tanpa perantara. Di antaranya : cahaya dan udara; andai tak ada cahaya yang menyinari objek yang dilihat pasti mata tak mampu menangkapnya. Andai tak ada udara yang menyampaikan suara ke indera pendengar pasti suara tak dapat ditangkap dan didengar.

Fikirkanlah tentang seseorang yang kehilangan kemampuan melihat dan mendengar serta cacat yang dideritanya. Ia tidak bisa melihat di mana dia harus melangkahkan kakinya, tidak mengetahui apa yang ada di depannya, tidak bisa membedakan bermacam warna, tidak mengetahui adanya serangan bahaya dan musuh, diapun tak punya sarana untuk belajar lebih banyak macam pekerjaan.

Adapun orang yang tidak memiliki pendengaran, dia kehilangan makna pecakapan dan perbincangan, tidak bisa merasakan suara-suara bagus dan lagu-lagu merdu. Orang yang bicara dan berkomunikasi dengannya akan merasa sangat kesulitan hingga akhirnya pergi berlalu meninggalkannya. Dia tidak bisa mendengar kabar dan cerita orang, hingga dia ibarat orang yang hilang meski dia ada, seperti orang mati meski ia hidup. Sedang orang yang tak punya akal, dia lebih buruk dari aneka macam binatang.

Perhatikanlah bagaimana anggota-anggota badan dan daya kemampuan yang menunjang maslahat manusia ini menjadi sarana penghasil dan alat untuk menggapai seluruh kebutuhan dan menjadi penyempurna seluruh tujuan. Ketika kehilangan salah satunya saja, pasti urusannya akan kacau dan besar sekali beban yang dipikul. Seseorang yang diuji dengan kehilangan salah satu dari semua ini sebenarnya adalah sebagai didikan, nasehat dan pelajaran tentang nilai nikmat Allah SWT baginya dan sesama manusia, juga agar dengan kesabaran atas ujian ini ia memperoleh jatah di akhirat kelak.

Perhatikanlah! Rahmat Allah SWT yang ada di balik pemberian karunia dan sebaliknya. Lalu fikirkanlah tentang anggota badan yang tercipta tunggal dan berpasang-pasangan serta hikmah dan ketetapan di balik itu.

Kepala termasuk anggota badan yang tercipta tunggal dan mencakup banyak indera. Hanya dengan satu kepala, bila ditambah satu lagi justru akan menjadi beban berat dan tidak dibutuhkan. Bila menjadi dua bagian, ketika salah satunya digunakan untuk berbicara pasti yang lainnya nganggur  dan tidak dibutuhkan. Bila keduanya digunakan untuk berbicara dengan satu pembicaraan, salah satu diantanya pasti hanya menjadi tambahan saja yang tak diperlukan. Bila masing-masing kepala bicara dengan topik yang berbeda, si pendengar tidak akan memahami maksudnya. Dan yang ditangkap oleh audiens tentu hanya yang jelas-jelas saja.

Dua tangan diciptakan berpasangan, seseorang pasti tidak dapat menggapai dengan baik dengan satu tangan saja, karena pekerjaan yang dia tangani pasti tidak akan maksimal dan sempurna.

Lihatlah orang yang lumpuh salah satu tangannya, ia mempunyai kekurangan, bila ia menangani sesuatu pasti tidak bisa optimal dan tidak bisa menyamai hasil  yang dicapai oleh orang yang memilki dua tangan. Mengenai hikmah kedua kaki tentunya sudah cukup jelas.

Berfikirlah tentang tersedianya instrument suara, kerongkongan bagaikan tabung  untuk mengeluarkan suara. Lidah, dua bibir dan gigi-gigi sebagai pencetak huruf bersama dengan mulut. Tidakkah anda lihat seseorang yang rontok seluruh gigi atau sebagian banyaknya? Betapa kacaunya dia dalam berbicara.

Lalu perhatikan manfaat yang terdapat dalam kerongkongan sebagai jalur lewatnya angin dari tenggorokan ke paru-paru hingga terasa lega di dada seiring dengan nafas yang  terus dihirup.

Perhatikan fungsi lidah dalam membolak-balik makanan dan peran sertanya dalam menyalurkan makanan dan minuman. Gigi juga mempunyai peranan yang cukup penting. Gigi bagaikan sandaran dua bibir yang menahan dan menjaganya dari sisi dalam mulut. Dengan dua bibir kita bisa menghisap minuman dan dapat  masuk ke dalam perut sesuai keinginan dan kadar yang dikehendaki. Dua bibir bagaikan pintu bagi mulut. Dengan demikian, jelaslah bahwa masing-masing organ tubuh berguna untuk berbagai kebutuhan dan aneka maslahat. Jika over maka hancur dan bila kurang maka rusak, itulah ketentuan Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui.

 

OTAK, HATI DAN TENGGOROKAN

Berfikirlah! ketika otak terbuka, engkau akan menemukannya berupa lapisan di atas lapisan untuk menjaga dari berbagai ancaman dan bahaya. Tulang tengkorak mengatup, rambut yang menutupi dan memperindah serta untuk melindungi dari ancaman panas, dingin juga lainnya.

Allah SWT melindungi otak dengan perlindungan seperti ini karena Dia mengetahui bahwa otak adalah organ penting dan layak mendapatkan proteksi tersebut, karena otak adalah pusat rasa. Lalu perhatikan bagaimana Allah SWT menyembunyikan hati di dalam dada, menyelimutinya dengan tulang dada yang menutupinya, menguatkan dan melindunginya dari sisi samping dengan tulang rusuk, daging dan otot karena kemuliaan organ hati dan memang pantas mendapat perlindungan seperti ini.

Kemudian lihatlah bagaimana Allah SWT menciptakan dua saluran dalam tenggorokan : satu saluran untuk suara dari tenggorokan sampai ke paru-paru. Saluran lainnya adalah saluran makanan yang menyalurkan dari tenggorokan sampai usus besar. Dalam saluran pernafasan terdapat katup untuk mencegah makanan masuk ke sana. Lalu paru-paru memompa udara untuk bemacam manfaat. Tidak pernah merasa lemah dan cacat, mengambil udara dan mengalirkannya tanpa merasa berat agar panas tubuh tidak terpusat di hati dan berakibat fatal. Begitupula rongga-rongga tubuh dipenuhi udara karena fungsi ini juga fungsi lainnya.

 

ORGAN VITAL

Lalu perhatikan bagaimana saluran air kencing dan air besar dibuat  sebagai tempat pelepasan yang terkontrol agar tidak terus mengalir sehingga berdampak buruk pada kehidupan manusia. Lalu perhatikan bagaimana daging dua paha dibuat banyak dan tebal untuk menjaga manusia dari rasa sakit ketika duduk di atas tanah seperti sakit yang dialami oleh orang yang sangat kurus kerempeng dan sedikit dagingnya ketika dia duduk di atas tanah tanpa alas.

Perhatikanlah! Andai penis laki-laki selalu lembek dan lemas, bagaimana sperma bisa sampai ke tempat produksi? Kalau si “burung” terus bangkit dan berdiri tegang bagaimana keadaan seorang pria saat beraktifitas, sedang kondisinya seperti ini? namun kenyataannya si “burung” dibuat jinak dan tertutup seakan tak punya gairah seksual.

Termasuk design yang baik dalam konstruksi bangunan adalah ketika WC dibuat di tempat yang paling tertutup di dalam rumah. Begitupula saluran tubuh yang tersedia untuk membuang kotoran manusia dibuat di tempat yang paling tertutup dari tubuhnya, tersembunyi karena pertemuan dua paha sehingga menyamarkan dzakarnya. Hal ini khusus bagi manusia karena kemuliaannya.

RAMBUT DAN KUKU

Lalu perhatikan penciptaan rambut dan kuku yang bisa memanjang. Didasari adanya maslahat dalam pemotongannya, maka keduanya tercipta tanpa memiliki rasa sehingga manusia tidak akan merasa sakit ketika berhias dengan cara memotong keduanya. Andai tidak ada hikmah ini, pasti manusia akan menemui dua pilihan yang sulit :

  1. Membiarkannya sesuai kondisi dengan konsekwensi ia menjadi jelek;
  2. Memotong keduanya dengan risiko merasa sakit.

Berfikirlah! Andai rambut-rambut ini tumbuh di dalam mata pasti akan meimbulkan kebutaan. Jika tumbuh di dalam mulut tentu akan menyulitkan aktifitas makan dan minum, jika tumbuh di telapak tangan tentu akan menghilangkan rasa nikmat meraba dan pekerjaan lainnya, jika tumbuh di alat kelamin pasti akan membuat keruh kenikmatan bersenggama. Meski bagian-bagian tubuh ini sebetulnya bisa-bisa saja ditumbuhi rambut. Maha Suci Sang Pengatur yang memberi anugerah nikmat-nikmat ini. Lihatlah bagaimana Dia menghendaki cara yang tepat dan menghindarkan kesalahan dan bahaya bagi makhluk-Nya.

 

NALAR DAN INSTING

Lihat pula bagaimana Allah SWT menganugerahkan insting dan nalar pada manusia seiring dengan kebutuhannya terhadap makanan, tidur, kebutuhan biologis dan tengoklah hikmah di balik itu semua, sebuah sistem pengaturan yang penuh hikmah.

Allah SWT telah menciptakan manusia memiliki respon secara naluri terhadap sesuatu yang mendorong dan menuntut untuk ditangani. Rasa lapar dan dahaga menuntut manusia untuk mencari makanan guna mempertahankan kehidupan, begitupula minuman yang menjadi sumber stamina tubuh. Tidur adalah media untuk mengistirahatkan badan dan energi secara total. Nafsu, syahwat dan libido manusia mendorong untuk melakukan jimak (persetubuhan) guna melestarikan keturunan dan mempertahankannya.

Bila manusia mengkonsumsi makanan dan minuman hanya berdasar pada  pengetahuan bahwa itu merupakan kebutuhan, namun secara naluri dia tidak memiliki dorongan dan gerak respek untuk itu, pasti manusia akan sibuk mencari alasan lain yang mendorong untuk mengkonsumsinya, akibatnya tubuh menjadi kurus dan berakibat fatal. Sepertihalnya manusia kadang butuh obat yang tidak disukai, meski sangat baik bagi kesehatannya. Namun karena secara naluri tidak ada pendorong untuk mengkonsumsinya maka iapun enggan untuk minum obat, akibatnya adalah sakit atau mati. Begitupula ketika kebutuhan terhadap tidur itu tidak secara naluri pasti manusia tidak sempat beristirahat karena sibuk dengan urusan-urusannya, dampaknya tentu fatal bagi tubuhnya akibat kelelahan dari kerja berat dan usaha yang keras. Sama halnya ketika kebutuhan biologis itu hanya didorong oleh keinginan memiliki anak, pasti keturunan akan terputus karena kendala faktor-faktor lain yang menyibukkan dan tidak senada dengan kebutuhan seks.

Perhatikanlah bagaimana Allah SWT menjadikan kebutuhan–kebutuhan tersebut secara alami dan naluri untuk menghasilkan manfaat-manfaat ini. Lihat pula betapa Allah SWT mengatur kekuatan tubuh ini dengan sistem pengaturan yang penuh hikmah, mengagumkan dan sangat ajaib.

Badan ini beserta seluruh perangkatnya ibarat bangunan rumah yang bertuan, di dalamnya terdapat anggota keluarga dan sebuah tim yang diberi wewenang mengurus rumah, sebagian dari tim itu mengurus kebutuhan anggota keluarga dan menyiapkan segala sesuatu demi kebaikan mereka, sebagian yang lain mengurusi finansial dan menyimpannya, menangani dan menyiapkannya. Yang lain mengurus kesejahteraan, memanage dan mengatur secara lebih spesifik dari sebelumnya. Yang lain lagi bertugas menyapu bersih rumah dari kotoran-kotoran dan membuangnya. Pemilik rumah dalam perumpaan ini adalah Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui lagi Maha Suci, rumah adalah tubuh, keluarga adalah anggota badan dan tim pengurus rumah adalah fikiran, angan-angan, akal, daya ingat, rasa marah dan lainnya.

DAYA INGAT

Tidakkah anda bayangkan bila dalam diri manusia ini kehilangan satu potensi saja; misalnya daya ingat. Bagaimana kondisinya? Dia tidak ingat apa yang baik dan buruk baginya, kejadian yang telah lewat dan terjadi, apa yang ia beri dan apa yang dia ambil, apa yang ia lihat dan dengarkan, apa yang dia katakan dan apa yang dikatakan padanya, tidak ingat siapa yang berbuat baik padanya dan  siapa yang berperilaku buruk padanya, siapa yang berjasa dan siapa yang merugikannya. Dia tidak mengetahui jalan meski telah menapakinya, tidak ingat informasi dan ilmu meski telah dipelajari dan tidak ada gunanya dia mengulang-ulang pelajaran, dia juga tidak bisa mengambil i’tibar dan pelajaran dari para pendahulu. Perhatikanlah nikmat-nikmat Allah SWT, betapa besar peranan dari satu nikmat ini saja, apalagi keseluruhannya.

 

SIFAT LUPA

Yang lebih mengagumkan dan lebih ajaib lagi adalah nikmat berupa sifat lupa. Andai tidak memiliki sifat lupa, manusia pasti tidak akan bisa melupakan musibah yang dialami, kesedihannya tak bisa berkurang dan dendamnya tak kunjung sirna. Dia juga tak bisa menikmati kesenangan-kesenangan dunia dan akan terus dibayangi oleh malapetaka dan bencana besar yang membuatnya gerah. Dia tidak bisa melupakan orang yang menzhalimimya, meredam atau melupakan orang yang iri, dengki dan berbuat jahat padanya.

Perhatikanlah! Bagaimana Allah SWT  menjadikan daya ingat dan sifat lupa pada diri manusia, keduanya berkebalikan namun masing-masing mengandung nilai positif bagi manusia.

MALU

Lihatlah keistimewaan yang hanya diberikan kepada manusia, tidak yang lainnya; yakni rasa malu. Andai tidak ada rasa malu pasti tidak sedikit kesalahan yang dilakukan manusia, banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi, tidak bisa membuat nyaman para tamu dan tidak bisa membuahkan kebaikan dan keindahan. Manusia melakukan sesuatu namun tak bisa terhindar dari hasil buruk hingga akhirnya ia meninggalkannya. Bahkan banyak dari kewajiban-kewajiban yang hanya bisa dilakukan bila diiringi dengan adanya rasa malu; menyampaikan amanah, menjaga hak-hak kedua orang tua dan pihak lain, menjaga diri dari perbuatan keji dan lain sebagainya. Semua bisa terlaksana bila diiringi rasa malu. Lihatlah betapa besar nilai nikmat ini.

BICARA DAN MENULIS

Perhatikan nikmat yang dianugerahkan Allah SWT. kemampuan berbicara yang membedakan manusia dari binatang. Dengan potensi ini manusia bisa mengungkapkan isi hatinya dan bisa memahami curahan hati orang lain. Begitupula nikmat yang berupa kemampuan menulis yang berguna untuk menginformasikan sejarah orang-orang terdahlu kepada manusia sekarang dan memberi informasi tentang kejadian masa kini untuk penerus masa depan.  Dengan tulisan, ilmu dan khazanah peradaban akan tetap abadi dalam manuskrip buku dan kitab-kitab. Manusia bisa mengetahui dan menyebutkan hitungan dalam interaksi sosial dan berbagai transaksi yang dilakukan. Andai tidak ada tulisan, kabar sebagian zaman akan terputus dari zaman yang lain, ilmu dan pengetahuan akan musnah, berbagai keunggulan dan peradaban akan terlantar dan besar sekali kelemahan manusia dalam berbagai urusannya akibat tidak ada tulisan.

Jika dikatakan : “kemampuan bicara dan tulisan merupakan hasil usaha manusia dan tidak muncul dengan sendirinya secara alami, karena itulah model-model tulisan berbeda antara orang Arab, India, Romawi, dan lainnya. Begitupula bahasa percakapan adalah istilah dan hasil dari sebuah upaya, karena itulah berbeda-beda”.

Kami jawab : alat-alat untuk menghasilkan tulisan: tangan, jari-jari, telapak tangan yang disediakan untuk menulis serta hati dan fikiran yang memberi komando bukanlah hasil upaya manusia. Andai semua ini tidak ada pasti selamanya manusia tidak bisa menulis. Maha suci Allah SWT Yang Memberi nikmat-nikmat yang demikian ini.

Begitupula jika tidak ada lidah, kemampuan untuk bicara dan hati yang dirancang untuk itu, pasti manusia tak akan mampu berkata, SELAMANYA!. Maha Suci Allah SWT Yang Menganugerahkan nikmat yang demikian ini.

MARAH DAN IRI

Perhatikan dan lihatlah hikmah dari sifat marah yang tercipta pada diri manusia sebagai respon untuk membela diri dari sesuatu yang berpengaruh buruk baginya. Begitupula sifat iri yang tercipta pada dirinya, dengan sifat ini manusia akan tergerak untuk mencari sesuatu yang bermanfaat baginya. Namun manusia diperintah untuk proporsional dalam mengatur dua sifat ini, bila melewati batas maka dia akan setara dengan derajat para Syaithon. Bahkan manusia seharusnya mengatur rasa marah hanya sekedar untuk membela diri, mengatur sifat iri hanya sekedar menginginkan sesuatu yang bermanfaat, tanpa menimbulkan dampak negatif pada pihak lain.

 

ANTARA ADA DAN TIADA

Kalau kita mau memperhatikan, sebetulnya apa yang diberikan dan yang tak diberikan Allah SWT kepada kita, semuanya mengandung nikmat dan sisi baik. Di antaranya :

Harapan Masa Depan. Dengan adanya harapan, manusia membangun dan memakmurkan dunia dan menjaga keberlangsungan keturunan agar orang-orang lemah bisa mewarisi manfaat pembangunan dari orang-orang kuat. Karena pada awalnya, manusia adalah orang-orang lemah, andai mereka tidak menemukan jejak dan situs orang-orang terdahulu yang menempat dan melakukan pembangunan, pasti manusia tidak akan mempunyai tempat tinggal dan peralatan yang bisa digunakan. Jadi, adanya harapan mendorong orang-orang di zamannya untuk berbuat bagi generasi selanjutnya dan begitu seterusnya, manusia saling mewarisi hingga hari kiyamat.

ANUGERAH YANG TAK DIBERIKAN

Manusia tidak diberi pengetahuan tentang ajal dan batas usianya karena adanya maslahat dan demi kebaikan. Karena jika dia tahu jatah umurnya dan ternyata pendek, dia tak bisa menikmati hidup, tidak punya kesadaran untuk melanjutkan keturunan atau melakukan pembangunan dan lain sebagainya.

Andai dia tahu batas usianya dan ternyata panjang, pasti dia akan merasa asyik dan terlena dalam syahwat (keinginan duniawiy), melampaui batas dan terjerumus dalam kerusakan. Juru nasehatpun tak mampu mencegah dan menghentikan tindakan kerusakan mereka.

Jadi, kekhawatiran manusia mengenai jatah umurnya akan menimbulkan dampak positif berupa rasa takut bila maut datang menjemput dan bersegera melakukan amal saleh sebelum terlewat.

 

RAGAM MANFAAT

Perhatikan benda-benda yang bermanfaat bagi manusia yang mengandung maslahat dan nikmat. Aneka ragam makanan dengan bermacam rasa, aneka makanan ringan dan camilan dengan beragam warna dan kelezatan. Berbagai model kendaraan sebagai sarana transportasi dan alat untuk memenuhi kebutuhan. Aneka burung yang merdu suaranya dan enak didengar. Aneka macam logam mulia dan permata sebagai barang simpanan dan bisa dimanfaatkan sesuai tujuan serta dapat dijadikan sebagai investasi untuk memenuhi kebutuhan.

Bermacam obat-obatan untuk menjaga kesehatan, hewan-hewan ternak untuk bahan makanan dan kebutuhan lain seperti : membajak sawah, mengangkut barang dan lain sebagainya. Bermacam-macam bunga dan wewangian lainnya yang bisa dinikmati aromanya dan bisa dimanfaatkan. Berbagai mode pakaian yang bervariasi jenis dan bentuknya. Semua itu adalah hasil buah fikiran, akal dan pemahaman yang tercipta pada diri manusia, lihatlah keajaiban-keajaiban yang disusun Allah SWT di sini.

 

PERBEDAAN STATUS SOSIAL

Sebagian dari hikmah yang sangat tinggi nilainya adalah perbedaan manusia dalam status sosial sehingga tampak perbedaan antara Si Fakir dan Si Kaya, konglomerat dan kaum melarat. Hal ini menjadi pendorong untuk memakmurkan dan membagun dunia, karena ini pula manusia sibuk dan kebanyakan waktunya tercurah untuk menghindari status melarat.

Dalam permasalahan ini (mengejar dunia) manusia ibarat anak kecil yang sibuk dengan sesuatu yang membahayakannya –karena penalaran bocah masih belum sempurna- dia tidak henti-hentinya melakukan hingga  endingnya justru timbul bahaya dan berakibat fatal.

Mungkin sering orang menghitung hikmah dan rahasia dengan tujuan untuk menunjang kebaikan alam dan menjadikannya sebagai motivasi ibadah sampai waktu yang telah diketahui, meski ternyata hikmah-hikmah itu tak dapat dijangkau dan dihitung seluruhnya.

Tak ada yang mampu mendaki puncak hakikatnya dan meliputi seluruhnya kecuali Sang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui yang rahmat dan ilmu-Nya mencakup segala sesuatu dan meliputi hitungan segalanya.

PAMUNGKAS

Ketahuilah! Sungguh Allah SWT Sang Pencipta telah memuliakan manusia. Allah SWT berfirman :

 

 “dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[2]Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Israa’ : 70)

 

AKAL

Termasuk kemuliaan terbesar yang diberikan Allah SWT. adalah akal yang membuat manusia sadar akan keindahan dan bisa membuatnya setara dengan para malaikat. Dengan akal, manusia bisa ma’rifat atau mengenal Sang Pencipta beserta ciptaan-Nya dengan cara memperhatikan makhluk-makhluk dan menjadikannya sebagai media mencari dalil dan bukti untuk mengetahui sifat-sifat-Nya, melalui media hikmah dan amanah berupa akal yang dititipkan pada diri manusia. Allah SWT berfirman :

 

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. Adz-Dzariyaat : 21)

 

KESIMPULAN :

memandang diri sendiri dan anugerah yang dititipkan Sang Pencipta berupa akal -yang dipastikan wujudnya namun tak bisa dijelaskan- adalah termasuk bukti terbesar atas adanya Sang Khaliq, Sang Pengatur, Pencipta dan Pembentuk rupa manusia. Karena ketika manusia menganalisa akalnya, di sana terdapat sebuah sistem, berbagai macam ilmu, tempat pengetahuan dan sebagai letak hikmah kebijakan serta kemampuan membedakan antara manfaat dan sesuatu yang berdampak negatif. Akal, meski telah dipastikan wujudnya namun tak bisa dilihat materinya, tak bisa dirasakan, diraba, tak tercium baunya dan tak bisa ditemukan bentuk dan rasanya. Meski demikian ia adalah pemegang kendali perintah, yang selalu diikuti, pencari nilai tambah, pemikir dan penyaksi hal-hal yang kasat mata serta perencana segala sesuatu. Karena akal, sesuatu yang sempit di pandangan mata bisa menjadi luas, dan menjadi luas pula sesuatu yang sempit dalam ruang dimensi. Ia beriman dan percaya pada hal-hal yang tersembunyi oleh hijab Allah SWT, di antara langit dan di atasnya, di bumi dan sebawahnya hingga seakan-akan akal menyaksikannya lebih jelas dibanding pandangan mata kepala.

Akal adalah letak hikmah dan sumber ilmu pengetahuan, semakin bertambah ilmu maka bertambahlah pula kapasitas dan kemampuannya, ia memerintahkan anggota tubuh untuk bergerak. Saking cepatnya respon tubuh, akhirnya sulit dijelaskan mana yang lebih dulu : apakah keinginan untuk bergerak atau gerak itu sendiri? Meski sebenarnya keinginan untuk bergerak tentu terjadi lebih dahulu.

Akal dengan seluruh kemampuannya, sistem pengaturan, ilmu dan hikmahnya tak mampu dan tak berdaya menyingkap dirinya (akal) sendiri. Karena ia tak mungkin bisa menyingkapnya lebih jauh -dengan sifat dan keadaannya- dari sekedar ikrar bahwa dia pasrah pada Sang Maha Penjelas yang menyingkap dengan ilmu-Nya. Akalpun berikrar dan mengakui kebodohannya. Meski demikian, ia mengetahui dan bisa membedakan antara sistem-sistem aturan yang halus dan rumit, mampu menjelaskan di antara ciptaan Allah SWT. secara detail dan segala urusanpun bisa berjalan setelah disentuh komandonya. Dia membuat rencana untuk masa depan dan melaksanakannya serta mampu menunjukkan berbagai perkara meski berbeda-beda.

Kebodohan akal terhadap dirinya sendiri serta pengetahuannya tentang sesuatu yang diatur dan dijelaskan, menunjukkan bahwa dia adalah makhluk yang tersusun, diciptakan, dibentuk, diatur dan terpaksa. Karena akal dengan hikmah dan kilauan sinar pandangannya adalah makhluk yang tak berdaya dan hina. Dia ingin mengingat sesuatu, namun ia malah lupa, ia ingin melupakan sesuatu, tapi justru teringat, ketika ia ingin merasakan bahagia, ia justru sedih, dia ingin sadar dan terjaga tapi dia justru lupa dan lalai. Semua ini menjadi bukti bahwa akal berada di bawah kendali dan terpaksa. Meski ia mengetahui sesuatu, tapi ia tidak mengerti hakikat sesuatu tersebut. Dia tidak mengetahui seberapa jauh jangkauan suaranya, bagaimana suara itu bisa keluar, bagaimana proses terbentuknya huruf-huruf, berapa jauh jangkauan pandangannya, bagaiana cahaya itu tersusun, bagaimana ia dapat menangkap berbagai sosok, berapa kadar kekuatannya dan bagaimana proses terbentuknya kehendak dan kemaunnya?

Dengan pengetahuan  dan ketidaktahuannya tentang apa yang diketahui, ia dapat mencari bukti bahwa dia diciptakan dengan kokoh dan hikmah yang sangat tinggi nilainya yang menunjukkkan adanya Sang Khalik Yang Maha Menciptakan, Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui.

HAWA NAFSU

Pada diri manusia tercipta hawa nafsu yang sesuai dengan wataknya. Bila akal yang ibarat cahaya itu digunakan pada sesuatu yang diperintahkan, berarti ia berjalan di jalur keselamatan dan kelak beruntung mendapat tempat kemuliaan. Bila digunakan sesuai keinginan diri sendiri dan menuruti hawa nafsu, maka ia akan terhalang untuk mengetahui berbagai hal yang tak bisa diketahui orang lain meski akan terjadi padanya kelak di akhirat; yakni mengenai pahala, hijab dan siksa.

Akal adalah alat untuk melakukan berbagai pekerjaan, mengukur sesuai kadar, mengatur dalam hati dan angan–angan, menggali potensi dengan fikiran yang mendalam, mengetahui akhlak-akhlak yang mulia yang ada pada setiap umat  di zamannya. Menganggap baik sesuatu yang baik dalam tradisi orang-orang berakal dan utama serta menganggap jelek apa yang menurut mereka buruk.

Lihatlah! Betapa mulianya manusia, dalam diri mereka tercipta sesuatu yang berfaidah untuk pengetahuan-pengetahuan ini. Wadah akan menjadi mulia karena kemuliaan isinya, begitupula hati  menjadi mulia karena statusnya sebagai  tempat untuk ma’rifat pada Allah SWT.

Allah SWT. telah jauh mengetahui dengan sifat ilmu-Nya, iradah dan hikmah-Nya bahwa manusia akan menuju suatu tempat selain dunia ini. Allah SWT. tidak memberi kemampuan pada akal untuk menembus informasi tentang tempat tersebut. Namun Allah SWT menyempurnakan cahaya (akal) yang telah dianugerahkan kepada para manusia dengan Cahaya Risalah (wahyu). Dia mengutus para Nabi kepada manusia sebagai pembawa kabar gembira bagi ahli taat sekaligus membawa ancaman dan peringatan bagi orang-orang yang melakukan kemaksiatan.

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Para Nabi dan menyiapkan mereka untuk menerima dan menyambutnya sehingga cahaya-cahaya yang mereka bawa bersama wahyu dari Allah SWT jika dibanding dengan cahaya akal bagaikan matahari dibanding cahaya bintang.

Para Nabi itu memberi petunjuk kepada manusia tentang kebaikan-kebaikan dunia yang tak bisa mereka ketahui dengan sendirinya melalui akal. Mengajarkan manusia tentang kebaikan-kebaikan akhirat yang tak mungkin mereka ketahui tanpa perantara para Nabi.

Allah SWT menampakkan bukti-bukti atas kebenaran yang dibawa para Nabi,  Mukjizat yang bisa membuat tercengang dan tunduk atas kebenaran kabar yang mereka bawa. Dengan itu sempurnalah nikmat Allah SWT. atas hamba-hamba-Nya, kemuliaan Allah SWT. tampak jelas dan hujjah-Nya mengena pada para hamba.

Perhatikanlah! Alangkah mulianya manusia dan keturunannya, telah muncul dari golongan mereka insan –insan utama yang menerima bonus wahyu yang agung. Cahaya-cahaya syari’at yang diibaratkan seperti matahari dan cahaya akal yang seperti bintang itu saling membantu dan menyempurnakan.

Maka sempurnalah keberuntungan orang-orang yang ditakdirkan baik oleh Allah SWT., sempurna pula celakanya para pendusta yang hanya menginginkan kehidupan dunia.

MERAIH MIMPI

Allah SWT memberi anugerah kepada manusia berupa keistimewan dapat menyaksikan mimpi dalam tidurnya atau dalam kondisi seperti tidur. Di dalam mimpi tergambar bayangan-bayangan yang telah mereka ketahui, seperti apa yang telah mereka kenal. Mimpi bisa membuat orang gembira atau menjadi peringatan bagi manusia tentang apa yang akan terjadi padanya. Semua itu adalah pemberian dan kemuliaan yang bersumber dari kemurahan Allah SWT.

Dalam banyak kasus, Allah SWT menjadikan keistiqamahan untuk taat di dalam hati dan anggota badan sebagai penyebab kebenaran mimpi, hikmahnya agar manusia mengambil nasehat atau melakukan berbagai amal atau menjadi hujjah bagi manusia tentang mimpi. Mimpi adalah misteri yang pengaruhnya hanya diketahui oleh Allah SWT. dan sebagian di antaranya diperlihatkan kepada orang yang dikehendaki-Nya. []

 

PENUTUP

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Alhamdulillah, selesai sudah penulisan risalah kecil ini. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada : Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta, Nabi Muhammad Sang Pembawa Rahmat Semesta, AL-Ghazali atas warisan intelektualnya, keluarga dan guru-guru atas doa, bimbingan dan ilmunya, serta semua pihak yang telah membantu kami dalam mewujudkan buku ini yang tidak kami sebutkan satu persatu.  Waffaqaniya Allahu wa iyyakum wa jazaakumullah khairaa. Harapan kami semoga buku ini bermanfaat sebagaimana kitab aslinya.

Tegur sapa dan kritik konstruktif dari para arif bijaksana sangat kami harapkan untuk perbaikan karya  selanjutnya. Semoga usaha ini senantiasa dalam keridlaan-Nya. Amien.

 

 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Lirboyo,  17 Ramadhan 1432 H.

17 Agustus 2011 M.

 

 

M. Mukhlishin Madchan

[1] kemampuan membedakan antara yang baik dan yang buruk

[2] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.

 

 

**Catatan: Menulisbuku.com tidak bertanggung jawab terhadap isi naskah ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *