Tanggapan Terhadap Buku “Pentingnya Formasi Spiritualitas” karya Alfius Areng Mutak

Buku ini bisa menjadi alternatif yang baik sebagai buku teks bagi mereka yang sedang mempelajari prinsip dasar Alkitabiah dari topik Formasi Spiritual karena dua alasan.  Pertama karena buku ini cukup lengkap dan kedua karena langka nya buku sejenis yang berbahasa Indonesia dan ditulis penulis Indonesia.  Penulis sepertinya berusaha menyediakan informasi selengkap mungkin dari berbagai sudut pandang, fundamental, luas tetapi tidak mendalam. Tujuh Bab dan 20 sub bab hanya ditulis dalam 189 halaman sehingga terlihat tipis dan habis dibaca dalam 3-4 jam.

Formasi Spiritualitas adalah istilah yang sudah familiar dikalangan gereja-gereja protestan, tetapi kurang akrab ditelinga kalangan pentakosta dan kharismatik.  Formasi Spiritualitas dengan bahasa awam adalah strategi dan teknik Gereja untuk membentuk kerohanian jemaatnya.  Contoh sederhana, mengadakan persekutuan doa, anjuran untuk membaca Firman Tuhan setiap hari atau Kebaktian Kebangunan Rohani adalah bentuk praktis dari Formasi Spiritualitas yang umum kita dengar di gereja pentakosta.

Saya pribadi sebagai pembaca dan mahasiswa berharap buku ini bisa dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam ranah praktika. Sehingga fundamental yang baik dari buku ini bisa terwujud dalam kehidupan berjemaat, bukan hanya pembahasan di ruang kelas teologia.  Dalam beberapa topik misalnya, malah saya cenderung merasa ’kok begini saja isi bukunya’, karena begitu singkatnya pembahasan. Misalnya dalam pembahasan model-model formasi spiritualitas. Penulis terlalu singkat dalam pemaparannya. Hanya menuliskan asal kata dari model tersebut dan pengertian singkatnya. Tidak ada penggalian disana, tidak ada pemikiran kritis dari penulis terhadap model tersebut, tidak ada contoh praktis dan banyak hal lain yang seharusnya bisa dikembangkan.

Secara subyektif, saya menyayangkan usaha yang kurang dari penulis buku ini (dibandingkan kapasitas yang dimiliki beliau) untuk menunjukkan ’betapa pentingnya’ formasi spiritualitas, padahal judulnya buku ini adalah ”Pentingnya Formasi Spiritualitas”.  Buku ini disatu sisi membantu pembaca untuk mengetahui ada banyak hal dalam isu terkait, tetapi tetapi belum mampu membuat pembaca untuk terlibat berpikir kritis, menggali dan akhirnya memahami urgensi kepentingannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *